June 13, 2009

Photo Contest

Dalam rangka memeriahkan dan mendokumentasikan event Pemilihan Umum Presiden dihadirkan sebuah kompetisi fotografi dengan tema “Jepret Pesta Demokrasi, Sukseskan PILPRES 2009”, sebuah kompetisi yang memberikan kesempatan bagi para fotografer untuk berlomba menampilkan karya terbaiknya.


Peserta Lomba
1. Peserta lomba adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di seluruh Wilayah Kesatuan Republik Indonesia.
2. Peserta wajib mendaftarkan dirinya di PasarKreasi.com dengan menggunakan nama asli sesuai dengan KTP/Identitas resmi yang berlaku di Indonesia.
3. Peserta yang mengirimkan foto dengan nama orang lain akan dikenakan sanksi diskualifikasi dan tidak dapat menjadi juara. Sanksi tersebut bisa dijatuhkan ke peserta lomba foto tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Hadiah
Kompetisi ini memperebutkan hadiah sebagai berikut:
• Juara 1 : Rp. 4.500.000,-
• Juara 2 : Rp. 2.500.000,-
• Juara 3 : Rp. 1.500.000,-
• Juara Harapan 1 : Rp. 1.000.000,-
• Juara Harapan 2 : Rp. 500.000,-

Dewan Juri

• Arbain Rambey
• Budhi Ipoeng
• Komunitas FOTO135
• Tim PasarKreasi.Com

Waktu Perlombaan

• Penerimaan/Upload foto : 12 Mei 2009 s/d 12 Juli 2009
• Batas akhir penerimaan upload foto : 12 Juli 2009 pukul 20:59:59 WIB
• Penjurian foto : 12 Juli 2009 s/d 23 Juli 2009
• Penentuan Pemenang : 24 Juli 2009
• Pengumuman Pemenang : 29 Juli 2009


Tata Cara Perlombaan

Foto untuk lomba dikirim online via www.pasarkreasi.com

Tata Cara Sign-up dan Upload Foto
Peserta lomba adalah anggota situs pasarkreasi.com. Bagi peserta yang belum menjadi anggota silakan untuk mendaftar terlebih dahulu di alamat: http://www.pasarkreasi.com/member/daftar
File foto yang diupload wajib diberi nama dengan mengikuti format: nama lengkap_judul foto.jpg.
Foto yang diupload wajib diberi cerita singkat tentang latar belakang foto tersebut. Informasi yang wajib dicantumkan adalah pada deskripsi foto adalah: Cerita Singkat Foto, Hari – tanggal dan lokasi pengambilan foto.
Mekanisme upload foto mengikuti aturan mekanisme di pasarkreasi.com


Syarat dan Ketentuan
Obyek Foto
1. Seluruh obyek yang berkaitan dengan pesta demokrasi dalam tahapan pemilihan Presiden 2009 selama periode lomba. Obyek foto yang dihasilkan bisa langsung berkaitan dengan tema lomba ataupun bersifat simbolik dan tidak boleh mendeskreditkan/ menjelekkan/ menghina kandidat atau semua hal yang terkait dengan kandidat presiden.
2. Foto harus sesuai dengan norma-norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
3. Tidak boleh mengandung unsur SARA dan politik serta tidak melanggar hukum negara Indonesia.
4. Harus melambangkan atau terkait dengan suasana event terkait.
5. Obyek foto yang diupload oleh kreator adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kreator dan pihak Telkom serta pasarkreasi.com dibebaskan dari segala jenis tuntutan.

Foto yang diperlombakan
1. Media foto adalah digital.
2. Warna foto adalah bebas.
3. Foto merupakan hasil karya selama 1 Mei - 12 Juli 2009 .
4. Tidak diperkenankan mencantumkan unsur non fotografis pada foto, misalkan tanda tangan, frame digital, dan atau gambar dalam bentuk apapun.
5. Olah digital diperkenankan sebatas kamar gelap (Contras, Hue, Cropping, Dodging, Burning, Saturation, Level, Curve, Noise Reduction/Dust Removing).
6. Montase foto tidak diperkenankan dan data EXIF harus tetap terjaga/tidak ada pengubahan data-data vital pada foto.
7. Format foto mengikuti aturan di Pasarkreasi.com
8. Seluruh konten yang ada di dalam hasil foto merupakan tanggung jawab dari fotografer, termasuk di dalamnya apabila menggunakan model dan/atau properti lainnya. Panitia lomba bebas dari tuntutan pemilik properti dan/atau model yang disertakan dalam lomba foto.
9. Foto belum pernah dipublikasikan di media apapun dan atau belum pernah memenangkan kontes lomba foto.

Info Tambahan
1. Pihak PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk berhak menggunakan foto-foto pemenang untuk kepentingan promosi dan publikasi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk terhitung sejak tanggal pengumuman pemenang ( 29 Juli 2009).
2. Pemenang Kontes Foto wajib menyerahkan foto copy identitas diri resmi (KTP/SIM/Paspor) yang masih berlaku dan wajib menyerahkan foto asli dalam format digital (*.jpg) pada saat penyerahan hadiah, dengan ketentuan teknis adalah Sisi terpendek minimum 2500 pixel dan Format JPG kualitas maksimum.
3. Hak Publikasi / Hak Pakai foto kontes ini ada pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk terhitung sejak tanggal pengumuman pemenang tanpa biaya tambahan selama 1 (Satu) Tahun, tetapi Hak cipta foto tetap melekat pada fotografer.
4. Peserta menyatakan tunduk pada seluruh ketentuan yang berlaku dalam foto lomba ini.
5. Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

May 29, 2009

PERLINDUNGAN WARGA NEGARA INDONESIA



















Satu waktu saya melihat beberapa orang pria yang berbeda usia, ada yang masih berusia muda dan ada yang berusia paruh baya. Mereka ada sekitar lima orang dan sedang bekerja dibelakang asrama tempat tinggal saya. Di mana belakang asrama saya merupakan sirkuit balap dengan standar internasional yang baru beberapa bulan dibangun di Indonesia. Kelima pria tadi sedang bekerja untuk menggali tanah dan menimbunnya dibagian pinggir sirkuit yang tergenang air sehingga membentuk kolam. Bukan hanya itu, kelima pria tadi juga membersihkan ilalang dan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar sirkuit. Dapat kita bayangkan bagaimana mereka harus bekerja keras untuk dapat menyambung kehidupan mereka? Apakah kita sanggup untuk melakukan hal yang sama dengan kelima pria tersebut?


Ketika saya menyaksikan pemandangan tersebut, hati saya langsung terenyuh dan merasakan kekecewaan yang teramat luar biasa terhadap negara ini. Otak dan hati saya langsung bereaksi bersamaan, karena kekecewaan yang teramat luar biasa. Saya tidak habis pikir dengan sikap pemerintah Indonesia yang tidak menghiraukan kesejahteraan warga negaranya. Negara yang dapat dikategorikan kaya (dilihat dari sumber kekayaan dan devisa negara) tidak memperdulikan kehidupan warga negaranya. Sampai saat ini pun otak dan hati saya masih tidak dapat menerima hal tersebut.


Kita semua tahu bahwa dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2 disebutkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” dan pasal 34 mengatakan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”. Hal ini sangat jelas disebutkan bahwa negara (dalam hal ini pemerintah) memiliki tanggung jawab atas kelayakan hidup dan pemeliharaan bagi setiap warga negaranya (khususnya fakir miskin dan anak-anak terlantar). Namun apa yang terjadi di negara kita tidaklah demikian. Pemerintah tidak pernah memperhatikan kehidupan warga negaranya. Pemerintah hanya bisa memberikan janji-janji manis kepada warganya tanpa pernah melaksanakan setiap janji manis yang mereka berikan.


Kita bisa membandingkan bagaimana keadaan Indonesia dan Singapura, khususnya mengenai kesejahteraan hidup warga negara. Kesejahteraan warga negara di Singapura sangat jauh lebih baik dari yang ada di Indonesia. Mengapa bisa demikian? Singapura hanyalah negara kecil yang memiliki luas 699 km2 (http://ruangirna.blogspot.com/2008/06/berapa-luas-singapura.html), sedangkan Indonesia memiliki luas daratan 1.904.569 km2 (http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia), namun keadaan Singapura sangat jauh lebih baik dari Indonesia. Pulau Bali pun masih jauh lebih luas dari Singapura (5.633 km2) (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/7/16/op4.htm), tapi tetap saja di Indonesia fakir miskin dan anak-anak terlantar tidak dipelihara oleh negara.


Saat ini yang harus kita pertanyakan dan tagih dari pemerintah adalah mana bukti dari setiap janji-janji manis mereka. Pemerintah hanya memperkaya diri mereka sendiri dengan pandai menipu setiap warga negaranya. Pemerintah hanya mampu menjual janji-janji manis kepada setiap warga negaranya, apalagi ketika menjelang Pemilu. Kita bisa melihat keadaan di Indonesia belakangan ini, mulai dari musim Pemilu Caleg sampai Pemilu Presiden bulan Juli yang akan datang. Berapa banyak janji-janji manis yang sudah dijual oleh setiap orang yang ingin masuk ke jajaran pemerintahan?
Setiap pergantian tampuk pemerintahan, pasti banyak sekali janji-janji manis yang terjual dan sangat menipu warga. Setiap warga negara Indonesia harusnya dapat berpikir dan bertindak lebih kritis terhadap masalah ini. Ini merupakan masalah serius yang dari dulu dihadapi oleh setiap warga negara Indonesia. Apa kita tidak malu dengan keadaan negara kita ini?

March 15, 2009

Mengapa Kita Mengajar...? (selesai)

Komponen utama dalam dunia pendidikan memang dipegang oleh guru; kepala sekolah, orangtua, siswa merupakan komponen-komponen penting yang menunjang berjalannya proses pendidikan dengan baik. Setiap komponen-komponen ini harus dapat menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik, sehingga proses pendidikan yang dijalankan dapat mencapai tujuan akhirnya, yaitu menciptakan sumber daya yang responsive dan responsible yang mampu bersaing dalam perkembangan zaman yang pesat dengan sebuah ketulusan dan kejujuran untuk mau terus belajar dan mengajar dengan orang lain.

Ketulusan dan kejujuran untuk mau terus belajar dan mengajar dengan orang lain akan dilandaskan oleh pengalaman berbeda dan unik setiap orang. Pengalaman-pengalaman tersebut dapat diperoleh dari dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun sekolah. Kita sering mendengarkan banyak orang mengatakan bahwa “Pengalaman merupakan guru terbaik”, hal ini memanglah benar adanya. Pengalaman dapat membentuk sikap, tingkah laku dan pola pikir seseorang. Namun kita harus dapat memilah pengalaman seperti apa yang dapat membentuk sikap, tingkah laku dan pola pikir seseorang, pengalaman baik atau burukkah yang dapat membentuk ketiga hal tersebut.

Untuk mendapatkan sikap, tingkah laku dan pola pikir yang baik, dibutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat, maka seseorang dapat memilah mana yang baik dan tidak untuk dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran dirinya sendiri. Sehingga seseorang dapat terus saling berbagi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Hal ini dikarenakan proses belajar dan mengajar tidak akan pernah berhenti dalam kehidupan setiap orang, mulai dari hal kecil sampai hal besar sekalipun.

Setelah membaca apa yang ditulis di atas, apakah kita menyadari pentingnya profesi seorang guru dalam kehidupan setiap orang? Apakah kita mampu untuk dapat menjadi guru yang baik, bukan hanya bagi orang banyak namun bagi diri kita sendiri juga? Apakah kita mengetahui alasan menjadi seorang guru? Nilai-nilai apakah yang akan kita ajarkan kepada orang banyak? Apa kontribusi yang akan kita berikan bagi perkembangan dunia pendidikan? Dan hal yang paling penting dan harus kita tanyakan pada diri kita sendiri adalah “Apa tujuan kita mengajar?” (selesai…)

March 14, 2009

Mengapa Kita Mengajar...? (bagian 2)

Ketika profesi seorang guru telah dihargai dan dihormati, mungkin saja banyak oang yang tertarik untuk menjadi seorang guru setelah mereka mengetahui akan pentingnya peranan seorang guru dalam memajukan dunia pendidikan. Namun adapula masalah lain yang hadir ketika seseorang menjadi guru. Apakah orang tersebut memahami apa alasan dia menjadi seorang guru? Apa tujuan dia mengajar? Apa saja nilai-nilai yang akan diajarkannya? Bagaimana peranan dia dalam memajukan dunia pendidikan? Mengapa pertanyaan-pertanyaan tersebut hadir sebagai masalah? Hal ini dikarenakan banyak guru yang tidak mengetahui alasan mereka menjadi guru, tujuan mereka mengajar, nilai-nilai apa yang akan diajarkan, dan apa peranan mereka dalam memajukan dunia pendidikan.

Menjadi seorang guru bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Untuk menjadi seorang guru banyak sekali tantangan yang harus dilewati terlebih dahulu, baik itu tantangan yang berasal dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Yang terpenting disini ketika ingin menjadi seorang guru adalah bagaimana kita mampu menghadapi tantangan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Sebelum menjadi seorang guru bagi orang lain, seseorang harus yakin dan sadar apakah dia mampu untuk menjadi guru bagi dirinya sendiri atau tidak. Ketika seseorang yakin dan sadar bahwa dia mampu untuk menjadi guru bagi dirinya terlebih dahulu, barulah kemudian orang tersebut akan mampu untuk menjadi guru bagi orang banyak. Profesi seorang guru menuntut ketulusan hati seseorang untuk menjalankannya. Ketulusan hati untuk mengajar dan mau belajar dari orang lain. Oleh karena itu seseorang harus harus yakin, sadar, dan telebih utama harus jujur kepada diri sendiri mengenai kesanggupan untuk menjadi guru bagi dirinya sendiri dan orang banyak, karena banyak hal yang akan dituntut dari profesi seorang guru.

Setelah seseorang berhasil menjadi guru bagi dirinya sendiri, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mampu menjadi guru atau panutan bagi orang-orang yang ada disekitarnya, terutama keluarga terdekatnya. Dari situlah akan terlihat apakah dia benar-benar mampu untuk menjadi guru bagi orang banyak atau tidak. Mengapa setelah menjadi guru bagi diri sendiri, harus mampu menjadi guru bagi keluarga terdekat? Hal ini dikarenakan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama bagi setiap orang untuk belajar akan hal-hal yang baik atau tidak. Dalam hal ini orangtua sangat memiliki peranan penting bagi pendidikan dalam keluarga.

Orangtua dapat dikatakan berhasil jika orangtua dapat menjadi guru dalam keluarga mereka, terutama bagi setiap anak mereka. Keberhasilan orangtua dalam mendidik dan membimbing anak akan terlihat dari keberhasilan dalam membentuk sikap, tingkah laku dan pola pikir setiap anak-anak mereka. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa mereka berhasil dalam mendidik dan membimbing setiap anak mereka, namun pada kenyataanya tidak. Sikap, tingkah laku dan pola pikir anak yang seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai keberhasilan orangtua dalam mendidik dan membimbing setiap anak mereka? Sikap, tingkah laku dan pola pikir yang mau belajar untuk terus belajar memperbaiki kualitas kehidupan mereka, mau menerima dan memproses setiap masukan yang diberikan kepada mereka, dan tidak menomor satukan keegoisan dalam setiap tindakan mereka. Dari hal-hal sederhana ini dapat tercermin keberhasilan orangtua dalam mendidik dan membimbing setiap anak mereka.

Seperti yang telah saya tuliskan di atas bahwa menjadi seorang guru bukanlah merupakan hal yang mudah, karena banyak pro dan konrtra yang akan hadir dalam kehidupan kita seiring dengan adanya keinginan dan keputusan menjadi seorang guru. Hal tersulit yang akan dialami seseorang ketika menjadi seorang guru adalah membentuk dan menyamakan pola pikir dari setiap individu yang diajarnya. Mengapa demikian? Pola pikir seseorang telah terbentuk dari pendidikan di dalam keluarga. Oleh karena itu keluarga, dalam hal ini orangtua, merupakan salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan. (bersambung…)

Mengapa Kita Mengajar...? (Bagian 1)

Pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan seseorang. Hal ini dikarenakan pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang. Jika setiap orang diberikan kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan, maka kesempatan itu tidak akan pernah disia-siakan. Setiap orang akan selalu berusaha untuk mengejar kesempatan menikmati pendidikan setinggi-tinggnya.

Pendidikan harus dapat dinikmati oleh setiap orang yang menjalaninya. Pendidikan harus dijalani dengan sepenuh hati, karena pendidikan merupakan proses belajar dan mengajar yang didasarkan atas pengetahuan dan rasa ingin tahu. Ketika pendidikan tidak dijalani dengan sepenuh hati, maka tujuan akhir dari pendidikan tersebut tidak akan tercapai.

Untuk dapat mencapai tujuan akhir dari pendidikan yang dijalani, maka semua pelaku pendidikan harus dapat berperan aktif dengan memberikan kontribusi besar sesuai dengan fungsi masing-masing. Kepala Sekolah harus dapat berperan aktif dalam menjalankan dan mengontrol kurikulum yang digunakan. Orangtua harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka dalam menjalani proses pendidikan, baik di rumah maupun di sekolah. Sedangkan siswa harus dilibatkan secara aktif dalam berjalannya proses pendidikan, terutama dalam proses belajar dan mengajar. Selanjutnya guru merupakan pelaku utama dalam proses pendidikan guna mencapai tujuan yang diinginkan. Guru memiliki pengaruh besar akan keberhasilan dari sebuah proses pendidikan.

Jika kita setuju bahwa guru memiliki peranan utama dalam proses pendidikan, maka mengapa banyak orang yang enggan untuk menjadi seorang guru? mengapa profesi guru kurang dihargai oleh banyak orang? Mengapa guru selalu mendapat urutan terakhir dalam daftar profesi terpopuler?

Setiap orang memiliki paradigma yang berbeda tentang guru. Ada yang memiliki paradigma posistif dan adapula yang memiliki paradigma negatif terhadap profesi guru. Paradigma negatif tersebutlah yang harus diubah, sehingga profesi seorang guru dapat lebih dihargai bahkan dihormati oleh siapapun. Bersambung…

February 24, 2009

Gaji Papa Berapa...?
















Beberapa waktu yang lalu saya dikirmkan email oleh salah seorang saudara saya dan ketika saya membacanya, hati saya langsung sedih dan memikirkan bagaimana jika saya yang berada diposisi Sarah.

Terkadang orangtua tidak memikirkan apa yang diinginkan oleh anak mereka.....
Terkadang orangtua tidak peka terhadap anak mereka.....
Terkadang orangtua tidak peduli dengan perkembangan dan pertumbuhan anak mereka.....
Terkadang orangtua bahwa dengan uang mereka bisa menyediakan semua yang dibutuhkan anak mereka.....

Namun.....

Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa kebutuhan utama anak bukanlah uang... melainkan WAKTU... PERHATIAN... & BELAIAN KASIH SAYANG...

Semoga para orangtua semakin menyadari bahwa anak membutuhkan mereka lebih dari yang ada dipikiran mereka selama ini...
Anak tidak hanya membutuhkan status sebagai Papa & Mama...

Tetapi...

Anak membutuhkan lebih dari sekedar status Papa & Mama...



Menghabiskan banyak waktu bersama anak merupakan hal terindah dari kehidupan sebagai orangtua...


Pakaian... makanan... mainan... bukanlah pemuas kebutuhan anak...




WAKTU... PERHATIAN... & KASIH SAYANG merupakan 3 hal penting yang harus diberikan oleh setiap orangtua kepada anaknya...




Berikut merupakan email yang dikirimkan kepada saya...



Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.


"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.

Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

..Nice story...money is important but certainly not everything...(but something )

February 18, 2009

Kertas Masa Depandari Laut, tidak lagi dari Hutan..

Apa yang terjadi jika bumi kita ini sudah tidak mempunyai pohon lagi...?

Apa yang terjadi jika kita tidak dapat lagi mengirup oksigen...?

Apa yang terjadi jika jantung kita tidak dapat lagi berdetak karena kehabisan nafas...?

Haruskah semua pohon ditebang untuk menyuplai kebutuhan kertas kita...?


Berikut merupakan apa yang saya kutip dari http://tekameli.multiply.com/journal/item/72/Kertas_Masa_Depandari_Laut_tidak_lagi_dari_Hutan..

Semoga setelah membaca ini... kita semakin menyadari bahwa kita masih sangat membutuhkan pohon-pohon untuk kelangsungan hidup kita...



Kertas Masa Depandari Laut, tidak lagi dari Hutan..

http://bioindustri.blogspot.com/2008/03/kertas-masa-depandari-laut-tidak-lagi.html:
Apa Kabar Industri Pulp dan Kertas Indonesia?

Kertas merupakan salah satu produk turunan selulosa yang memegang peranan cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemakaian kertas pertama kali diawali di China yang dibuat dari serat aneka tanaman seperti bambu, mulberi, willow, lontar, jerami, kapas dan lainnya. Perkembangan pembuatan kertas ini sangat cepat dan semakin lama teknik pembuatan kertas semakin canggih dan mampu menghasilkan berbagai jenis kertas seperti yang biasa dimanfaaatkan dewasa ini.
Industri kertas merupakan salah satu jenis industri terbesar di dunia dengan menghasilkan 178 juta ton pulp, 278 juta ton kertas dan karton, dan menghabiskan 670 juta ton kayu. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia, kebutuhan akan kertas juga semakin meningkat. Pertumbuhan dalam dekade berikutnya diperkirakan antara 2% hingga 3.5% per tahun, sehingga membutuhkan kenaikan kayu log yang dihasilkan dari lahan hutan seluas 1 sampai 2 juta hektar setiap tahun.
Di Indonesia, industri pulp dan kertas terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dewasa ini industri pulp dan kertas Indonesia memiliki 80 perusahaan, besar dan kecil serta baru dan lama dengan nilai investasi mencapai US$ 16,00 milyar dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat langsung sebanyak 178.624 orang serta devisa senilai US$ 2,817 milyar. Total kapasitas pabrik pulp mencapai 6,4 juta ton per tahun sementara pabrik kertas mencapai 10 juta ton per tahun. Semua jenis kertas telah diproduksi, bahkan terdapat kelebihan untuk diekspor, yaitu 45 % pulp dan 30 % kertas. Dengan besaran kemampuan produksi tersebut, maka Indonesia kini menempati peringkat 9 sebagai produsen pulp dan peringkat 12 dalam hal produksi kertas dunia. Pembangunan pabrik pulp dan kertas membutuhkan investasi yang besar. Satu pabrik pulp dengan kapasitas 1 juta ton membutuhkan investasi US$ 1 miliar. Dalam visi 2030 dan Road Map 2010 Industri Nasional tentang Revitalisasi Indutri dan Investasi yang dikeluarkan oleh KADIN pada tahun 2007 ini, menempatkan industri pulp dan paper sebagai satu dari tiga klaster industri unggulan penggerak pencipta lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan.
Konsumsi kertas perkapita juga bisa menjadi indicator kemajuan sebuah negara mengingat kertas merupakan sarana penting dalam pendidikan dan komunikasi. Konsumsi kertas perkapita di Indonesia saat ini masih sangat rendah sekitar 25 kilogram per tahun. Thailand mencapai 35 kilogram, Malaysia 106 kilogram, dan Singapura 180 kilogram.
Seperti dipahami bersama, bahwa industri pulp dan kertas akan terus berkembang pada masa yang akan datang, namun juga perlu diperhatikan akan bahan baku yang ketersediaan semakin menipis dan dampak dari proses pembuatan kertas terhadap lingkungan sekitar. Tantangan industri kertas dimasa depan juga tidaklah mudah. Industri kertas, selain membutuhkan kayu sebagai bahan baku utama, juga tergolong industry dengan tingkat konsumsi energy tinggi dan menghasilkan limbah yang cukup membahayakan bagi lingkungan. Industri ini perlu berbenah diri seiring dengan makin gencarnya evironmentall issues, sehingga industi pulp dan kertas mampu menjadi indutri yang berkelanjutan baik dari segi ekonomi, lingkungan dan energi. Catatan penting lain bagi insutri pulp dan kertas di Indonesia agar industri ini tidak lagi disebut sebagai "sunset industry adalah pasokan bahan baku kayu yang tidak cukup, kelebihan kapasitas industri perkayuan, inefisiensi industri, rendahnya daya saing produk, pangsa pasar yang terus menurun dan kurangnya produk yang memiliki nilai tambah, merupakan masalah yang selalu dihadapi industri ini sejak dulu dan saat ini semakin kompleks keadaannya. Departemen Kehutanan juga belum memiliki peta jalan (road map) pembangunan industri pulp dan kertas mengakibatkan produksi dan perdagangan komoditas itu kritis, bahkan target penanaman HTI seluas 700.000 ha pada 2007 hingga Juli baru 70.000-an ha. percepatan program hutan tanaman industri (HTI) yang ditargetkan mencapai 5 juta hektare (ha) pada 2009


How Paper is Made?
Kertas dihasilkan dari bahan kaya selulosa, dalam hal ini kayu yang banyak digunakan sebagai bahan utama pada mayoritas industri pulp dan kertas di dunia karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber selulosa yang lain. Kayu merupakan merupakan polimer alami dimana 90-99% bobotnya berupa polimer. Dari jumlah itu, 65-75 % adalah golongan polisakarida. Sel kayu terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa membentuk kerangka yang dikelilingi oleh senyawa-senyawa lain yang berfungsi sebagai matrik (hemiselulosa) dan bahan-bahan yang melapisi (lignin).
Untuk menjadi produk kertas, kayu harus diproses melalui berbagai tahapan seperti pulping, bleaching, hingga menjadi lembaran-lembaran kertas dalam proses paper machine. Dalam proses pulping, metode yang digunakan juga sangat variatif, diantaranya dengan metode mekanik, kimia, semi kimia dan beberapa metode intermediate. Pemilihan metode sangat bergantung pada jenis bahan baku (sumber serat) yang digunakan dan tujuan produk akhir yang diinginkan, Produk akhir yang dihasilkan dapat berupa kertas budaya (kertas koran, kerta tulis cetak, dan lain-lain) dan kertas industri seperti kertas kantong semen, kertas duplex, kertas bungkus atau pengemas yang umumnya digunakan pada industri penerbitan, percetakan, pengemasan, industri rokok, dan jasa. Selain itu dapat juga dihasilkan kertas tissue, misalnya kertas sigaret dan kertas rumah tangga.
Tekanan masyarakat untuk mengolah limbah kertas, mengurangi penggunaan pohon dan pengolahan limbah industri selama ini telah direspon salah satunya dengan daur ulang kertas. Meskipun ini merupakan salah satu positive step tapi belum merupakan perfect answers, baik secara lingkungan maupun ekonomi. Hal ini disebabkan, dalam mengolah limbah kertas menghasilkan tinta cetak yang menyebabkan polusi dan dari sisi ekonomi, kertas hasil daur ulang dianggap inferior sebagai kertas baru karena serat-serat kertas yang menjadi lebih pendek sehingga kualitas menjadi menurun.
Berbagai penelitian yang lain juga telah dilakukan untuk mendapatkan sumber serat yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber bahan baku kertas dengan tidak mengurangi aspek mutu dari kertas yang dihasilkan. Jerami padi misalnya, seiring dengan kemajuan teknologi, batang padi saat ini semakin pendek untuk lebih mengoptimalkan pertumbuhan pada bagian biji-biji penghasil butir padi.
Bagasse yang merupakan by product dari industry gula nyatanya juga belum layak dari sisi ekonomi. Hal ini berbeda dengan industry kertas di China seperti PT Industri Kertas Asia Timur Guangxi di Kota Chongzuo yang mengembangkan caranya sendiri untuk membuat kertas dari ampas tebu sebagai bahan mentah, sehingga dapat menghemat sejumlah besar kayu. Bagasse memang mengandung serat selulosa yang dapat dibuat pulp. Potensi bagasse di Indonesia cukup besar, menurut data statistik Indonesia tahun 2002, luas tanaman tebu di Indonesia 395.399,44 ha, yang tersebar di Pulau Sumatera seluas 99.383,8 ha, Pulau Jawa seluas 265.671,82 ha, Pulau Kalimantan seluas 13.970,42 ha, dan Pulau Sulawesi seluas 16.373,4 ha. Diperkirakan setiap ha tanaman tebu mampu menghasilkan 100 ton bagasse. Maka potensi bagasse nasional yang dapat tersedia dari total luas tanaman tebu mencapai 39.539.944 ton per tahun. Akan tetapi, saat ini, bagasse justru menjadi sumber energy utama bagi pabrik tebu dan jika dialihkan sebagai bahan baku kertas, maka diperlukan solar sebagai bahan bakar pengganti yang harganya cukup mahal. Kalkulasinya sebagai berikut: Kalau satu liter solar harganya Rp 3.600,-, sedangkan nilai kalor 1 ton bagasse kering setara dengan 598 liter solar, maka apabila dinilai dengan uang, 1 ton bagasse setara dengan Rp 2.152.800,-. Berarti lebih mahal dari harga Bahan Baku Serpih (BBS) kayu, yaitu setara Rp 600.000,- per ton. Permasalahan lain adalah, tebu merupakan tanaman semusim, sehingga tidak dipanen sepanjang tahun. Untuk menjamin rutinitas pasokan bagasse, maka diperlukan tempat penyimpanan yang luas. Kendalanya adalah bagasse bersifat kamba (bulky), sehingga memerlukan biaya transportasi dan penggudangan yang mahal. Pada saat penggudangan bagasse mudah terserang jamur dan serangga karena kandungan gula yang tersisa. Apabila dalam keadaan kering bagasse mudah terbakar.
Bambu yang juga diteliti untuk dijadikan sebagai sumber serat penghasil kertas nyatanya menghasilkan kertas dengan kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kertas berbahandasar kayu.


Kertas dari Laut, Mungkinkah?
Selama ini kita mengenal kertas dihasilkan dari kayu yang ditebang dari pepohonan di hutan, dengan laju deforestrasi hutan yang cukup tinggi mencapai 1,18 juta hektar. Namun, yang sering dilupakan bahwasanya Indonesia tidak hanya hutan dan daratan saja, akan tetapi 3/4 dari luas Indonesia berupa perairan atau lautan. Banyak potensi yang belum dioptimalkan diantaranya adalah rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, pengganti kayu dari hutan. Luas laut Indonesia yang sesuai untuk budidaya rumput laut diperkirakan seluas, 1,1 juta ha yang sampai saat ini belum digarap dengan maksimal.
Kunci sukses transformasi rumput laut jadi kertas adalah ditemukannya serat atau fiber. Bila kayu mengandung serat selulosa, rumput laut mengandung serat agalosa selebar 3-7 mikrometer dan panjang 0,5-1 milimeter, dengan fleksibilitas tinggi, tidak ditemukan unsur lignin, dan mengandung substansi perekat cair. Dari penelitian mikroskop terlihat ukuran dan bentuk serat agalosa lebih homogen, tidak seperti serat selulosa yang bulat, lonjong, atau pipih. Homogenitas ini yang membuat kualitas kertas lebih baik, lebih fleksibel, lebih halus.
Jenis rumput laut yang umumnya dibudidayakan di Indonesia adalah jenis adalah Gracillaria untuk di tambak dan Euchema di laut. Dalam pembuatan kertas berbahan dasar rumput laut ini, jenis yang digunakan adalah alga merah (red seaweeds / Rhodophyceae) species Gracillaria. Gracilaria memiliki nama daerah yang bermacam-macam, seperti: sango-sango, rambu kasang, janggut dayung, dongi-dongi, bulung embulung, agar-agar karang, agar-agar jahe, bulung sangu dan lain-lain.

Gracilaria memiliki kelebihan dibandingkan jenis alga merah yang lain seperti Eucheuma Cottoni, Chondrus ( penghasil karaginan) dan Fulcellaria (penghasil fulceran). Kelebihan Gracilaria adalah seratnya lebih panjang berdasarkan hasil analisa seperti ditunjukkan pada Tabel berikut

Proses pembuatan kertas dari rumput laut tidak berbeda daripada pembuatan kertas dari kayu. Ada lima proses pokok, yakni (1) penyiapan bahan baku; (2) pemasakan rumput laut; (3) ekstraksi rumput laut; (4) pemutihan; dan (5) pencetakan. Secara umum, proses produksi dimulai dari panen rumput laut merah, kemudian dijemur, dibersihkan, dan dipotong-potong. Lalu dimasukkan dalam tungku dan dimasak pada suhu tinggi (boiling) sehingga keluar ekstrak "inti" berupa agar untuk pangan. Ampas rumput laut— yang telah diambil agar-agarnya—kemudian diputihkan (bleaching) lalu dihancurkan menjadi bubur rumput laut merah (pulp). Bubur inilah yang kemudian diolah jadi kertas.
Beberapa kelebihan yang dimiliki rumput laut sebagai bahan dasar kertas adalah pertumbuhan massa rumput laut yang sangat tinggi, yakni 5-10 % sehari. Dengan masa panen 70 hari, pertumbuhan tersebut sangat pesat dibandingkan pohon sebagai bahan baku kertas konvensional, yang baru dapat dipotong minimal 7 tahun bahkan 15 tahun pada negara-negara subtropis. Untuk negara tropis seperti Indonesia, rumput laut dapat dipanen sepanjang tahun, sedangkan negara beriklim subtropis, panen rumput laut hanya dapat dilakukan selama 2 kali dalam setahun. Tentu hal ini merupakan point plus bagi rumput laut Indonesia.
Kelebihan lain dari kertas berbahan dasar rumput laut adalah minimnya komponen racun yang ada pada kertas. Berbeda dengan kertas konvensional yang menggunakan bahan-bahan kimia dalam proses produksi, pengolahan kertas dari rumput laut diproses nyaris tanpa bahan kimia, kecuali pemutihan dengan klorin, sehingga hampir tidak ada limbah berbahaya yang dihasilkan. Dengan demikian proses ini aman bagi lingkungan dan tidak berdampak negatif bagi kesehatan. Setelah dilakukan pengujian, kertas rumput laut ini hanya mengandung 17 komponen racun, sedangkan kertas berbahan dasar kayu mengandung
40 komponen racun. Kondisi ini berpeluang menjadikan kertas berbahan dasar rumput laut sebagai bahan kemasan untuk produk pangan.



Pada akhirnya, dengan menjadikan rumput laut sebagai bahan baku kertasm aka meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi rumput laut itu sendiri yang selama ini hanya diekspor dalam bentuk kering tanpa dilakukan pengolahan lanjutan. Hal ini menyebabkan harga rumput laut Indonesia jatuh dipasar internasional. Kajian singkat yang dilakukan oleh PT. Bank Ekspor Indonesia (BED pada tahun 2006 menunjukkan rata-rata komoditi rumput laut Indonesia di pasaran dunia terpaut pada harga 496 US$/ton. Harga rumput laut Indonesia termasuk yang paling murah jika dibandingkan dengan Negara eksportir lainnya, rumput laut Cina memiliki harga 1,943 US$/ton, rumput laut Korea 2,984 US$/ton, rumput laut Chile 680US$/ton. Kelemahan harga rumput laut Indonesia disebabkan oleh karena sebagian besar rumput laut kita diekspor dalam bentuk mentah (raw material), padahal value-added rumput laut mentah yang diolah memberikan premium yang sangat tinggi. Sebagai contoh, Cina dan Korea mengolah rumput laut menjadi bahan makanan dan supplemen mendapat apresiasi harga yang tinggi di Jepang. Keuntungan lain dari olahan rumput laut adalah pengenaan tarif yang lebih rendah, bahkan nol, dibanding dalam bentuk mentah yang dapat dikenakan tarif hingga 40% di Jepang.


Kertas: industri yang tidak akan pernah mati
Meskipun marak issue paperless pada masa yang akan datang dengan semakin majunya teknologi digital, penetrasi internet dan semakin murahnya teknologi digital, kertas akan tetap dibutuhkan. Bukankah keberadaan computer pada awal kemunculannya diharapkan bisa mengubah arah hidup menjauh dari kebutuhan kertas? tapi nyatanya konsumsi kertas semakin meningkat. Inovasi kertas harus terus dikembangkan. Mungkin kita perlu belajar dari salah satu perusahaan kertas Italia, Cartiera
Favini yang cukup produktif menciptakan kertas-kertas inovatif, diantaranya kertas dari limbah tekstil, kertas dari efluen alga (50.000 ton alga sebagai bahan baku kertas setara dengan 30.000 ton kayu), limbah pertanian (limbah pemrosesan gula dan maizena dengan pemanfaatan tongkol jagung, dedaunan dan tangkai). Perusahaan Favini juga sudah menemukan cara menggunakan residu-residu lain yang hanya mempunyai sedikit atau tanpa isi serat, seperti sisa pulp dari proses pengepresan jeruk atau anggur. Dalam hal ini pulp akan dikeringkan dan dibentuk menjadi tepung yang kemudian bisa digunakan untuk menggantikan ssejumlah selulosa kayu dan pengisi-pengisi mineral di dalam proses kertas. Perusahaan memberi nama-nama produk-produk tersebut sesuai bahan asli, sebagai contoh, "kertas jeruk", "kertas lemon" dan "kertas anggur". Dan lebih ekstrim serta mengejutkan, ECOFAVINI juga berhasil menciptakan apa yang disebut Smog Paper. Pabrik kertas seperti diketahui menghasilkan pengotor-pengotor berbahaya. yang ekuivalen dengan polusi dari 30 mobil bepergian pada 50kph. Perusahaan ini sudah menemukan teknologi untuk menjadikan gas-gas ini harmless (disebut smog flour). Dengan cara yang sama seperti vegetable flour, dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi kertas.
Selain itu, ide dari Jepang berikut juga layak untuk terus dikaji sebagai salah satu usaha untuk melakukan penghematan kayu dan memanfaatkan kertas bekas menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bernilai guna tinggi, yakni dengan mengubah kertas menjadi kayu. Ide ini sebenarnya merupakan upaya memperpanjang usia pemanfaatan satu barang, sehingga bisa menghemat pemakaian bahan dari alam. Konsepnya sesungguhnya sangat sederhana. Jika dalam pembuatan kertas, zat lignin yang ada di kayu dihilangkan, maka untuk mengubah kertas menjadi kayu dilakukan dengan cara mengembalikan lignin tadi pada kertas daur ulang. Namun, kertas tentu tidak bisa berkali-kali didaur ulang, karena lama-kelamaan seratnya menjadi pendek. Kayu buatan ini punya beberapa kelebihan antara lain sangat mudah dibentuk, karena bisa dicetak seperti plastik, namun tetap memiliki sifat fisik sebagai kayu. Kekuatan kayu tersebut dapat diatur kekuatannya berdasarkan jumlah lignin yang ditambahkan. Jadi prosesnya bahan serat ini dibentuk dulu baru kemudian ditambahkan lignin. Bahan kayu buatan ini bersifat biodegradable karena memang tersusun dari zat-zat yang sama seperti kayu alamiah sehingga ramah terhadap lingkungan.
Jadi, teruslah berinovasi!
ria@alkahfia
-Lagi belajar nulis-


Pemantik Ide
----------, 2004. Algae Paper – Italy. The Earth Report from TVE.org
----------, 2007. Agenda 2020
Technology Vision. http://www.agenda2020.org/Tech/vision.htm. Tanggal akses: 25 Oktober 2007
----------, 2007. Visi 2030 Dan Roadmap 2010 Industri Nasional. http://www.kadin-indonesia.or.id/id/berita_isi.php?news_id=1847. Tanggal akses: 11 November 2007

----------. 2007.Inovasi Material Kertas Dari Lulusan Sastra. mAthA inggin bixara.blogspot
----------. Perkembangan Perusahaan Guangxi Perhatikan Pelestarian Lingkungan . http://indonesian.cri.cn/1/2007/10/19/1@72896.htm. Tanggal akses: 30 Oktober 2007
Dahuri, R. 2004. Industri Bioteknologi Perairan dan Kemakmuran Bangsa.
http://www.dkp.go.id/ content.php?c=4485. tanggal akses: 5 November 2007

Fauzi, A, 2005. Siaran Pers. No.:S.563/II/PIK-1/2005. Pemanfaatan Ampas Tebu (Bagasse) Untuk Bahan Baku Pulp Dan Kertas Masih Hadapi Kendala. http://www.dephut.go.id/ INFORMASI/HUMAS/2005/563_05.htm. Tanggal akses: 27 Oktober 2007

Industri Pulp dan Kertas: Berpotensi, tapi Sepi Investasi. Warta Ekonomi. 2007. http://www.wartaekonomi.com/indikator.asp?aid=6728&cid=25

Istiani, Sri et al. 1985. Manfaat Dan Pengolahaan Rumput Laut. Seafarming Workshop Report. Bandar Lampung 28 Oktober – 1 November 1985

Sjostrom, E. 1995. Kimia Kayu Dasar-dasar dan Penggunaan. Terjemahan. UGM Press. Jogjakarta.

Sutarto, 2006. Tak Ada Investasi Baru di Industri Pulp dan Kertas.http://www.tempointeraktif.com/ hg/ekbis/2006/01/19/brk,20060119-72606,id.html

Tambunan, E. 2007. Dephut belum memiliki Peta Jalan Industri Pulp. http://www.greenomics.org/ news%5CNews_20070822_bi.doc. Tanggal akses: 21 November 2007
Wardhany, FR. 2007. Revitalisasi industri kehutanan. http://www.pbbinfo.com/index.php? option=com content&task =view &id=53&Itemid=1. Tanggal akses: 6 Oktober 2007



Sumber : http://tekameli.multiply.com/journal/item/72/Kertas_Masa_Depandari_Laut_tidak_lagi_dari_Hutan..

Rahasia Kesuksesan...

rahasia kesuksesan ada pada diri kita sendiri...
bukan pada tempat lain...
saatnya kita berusaha dengan menggunakan semua talenta yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup...

jangan pernah menyerah dan putus asa... karena itu akan menjauhkanmu dari kesuksesan itu...

tetap rendah hati... dan tersenyum pada setiap orang yang ada disekitar kita...

itulah kesuksesan sejati...



Lippo Village, 18 Februari 2009

February 17, 2009

Hidup Tak Dapat Tertawa

Ketika hidup tidak lagi dapat tertawa
Apa yang akan kau lakukan?
Menangisinya, menertawakannya, atauhanya terdiam merenunginya?
Seribu kata pun tidak dapat mengubahnya



Hidup memang sulit, tapi tertawa lebih sulit lagi
Akankah hidupmu berubah?
Ya... itu mungkin saja terjadi
Semuanya kabur, pergi menjauh, dan musnah



Lippo Village, 16 February 2009

February 13, 2009

AS Hadapi Krisis Terburuk

Krisis Global saat ini menjadi topik hangat hampir dalam setiap pembicaraan. Hal ini dikarenakan Krisis Global mempunyai dampak yang sangat luar biasa terhadap seluruh bidang. AS saat ini tengah menghadapi krisis terburuk sepanjang perjalanan sejarah negara tersebut. Apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap AS? Banyak pendapat yang bermunculan mengenai AS, namun kedepannya siapa yang tau. Anda pun setelah membaca ini, dapat memberikan pendapat mengenai AS...

Berikut adalah berita yang saya kutip dari www.kompas.com

Cengkeraman krisis dunia semakin ketat di AS yang mencatat kontraksi terburuk selama 26 tahun karena muramnya iklim kerja dan pendapatan yang muncul dari Jepang dan Eropa.

Krisis makin mendalam, membuat Inggris, Jerman, Uni Eropa (UE), dan China menyerukan kerja sama dan untuk mereformasi sistem keuangan dunia yang tidak berfungsi dan memicu penurunan.

Data dari Pemerintah AS menunjukkan perekonomian terbesar dunia itu mengalami penurunan dengan rata-rata tahunan 3,8 persen pada kuartal keempat 2008, lebih tajam dari percepatan kontraksi sebesar 0,5 persen pada kuartal ketiga.

Headline dari data kuartal keempat itu tidak seburuk seperti penurunan tajam sebesar 5,5 persen yang diperkirakan oleh ekonom swasta, tetapi tetap terburuk sejak 1982.

Meski sama, beberapa data tampak menyenangkan, yang ditunjukkan oleh tingginya rata-rata pembangunan, cadangan bisnis yang dikejutkan oleh dalamnya penurunan dan mungkin harus memangkas produksi secara berkelanjutan pada 2009. "Judul besar data PDB lebih baik dari pada yang diperkirakan, namun ini sangat banyak ilusinya dan didukung oleh peningkatan yang tidak diduga dalam bisnis," kata Sal Guatieri, ekonom senior di BMO Capital Markets.

Guatieri mengatakan, data yang disuguhkan turun lebih tajam pada kuartal pertama 2009.

Presiden AS, Barack Obama, mengingatkan bahwa data itu menggarisbawahi mendesaknya persetujuan Kongres untuk rencana stimulus darinya. "Ini bukan hanya konsep ekonomi, ini adalah bencana yang berlanjut bagi keluarga pekerja di AS," kata Obama.

Pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan PM Inggris, Gordon Brown, mengusulkan kontrol yang lebih ketat atas perekonomian internasional, membuka potensi yang terpisah dengan AS untuk mengakhiri krisis keuangan.

Merkel mengatakan, Dewan Ekonomi PBB yang didasarkan pada Dewan Keamanan mungkin harus menciptakan kebijakan ekonomi dunia. Sementara Brown mengatakan "berbagi revolusi" akan memperkuat lembaga internasional saat ini.

Kedua usulan itu bertentangan dengan ide AS yang menolak setiap penegakan hukum dunia.

Pada pertemuan tingkat tinggi negara maju dan berkembang G-20 November lalu, Washington menentang regulator nasional untuk mengambil prakarsa. Sementara itu, Brown meminta penggabungan yang lebih besar untuk memerangi krisis. "Ini waktunya...untuk dunia tampil bersama sebagai kesatuan," katanta. Dia meminta kepada G-20 untuk bekerja sama "berbagai revolusi" untuk membangun sistem keuangan dunia baru.

February 11, 2009

Amerika... What's ur opinion...?

Krisis global berpengaruh besar terhadap segala bidang kehidupan manusia.
Seluruh dunia merasakan dampak yang sangat luar biasa.
Bukan hanya di Indonesia saja yang merasakan dampak yang sangat luar biasa, namun Amerika yang merupakan negara Adikuasa pun ikut merasakan dampak yang sangat luar biasa.
Kita bisa melihat dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika.

Apa kata Bill Gates mengenai kondisi ekonomi Amerika...?

http://forum.kompas.com/showthread.php?p=345602#post345602

Kondisi Ekonomi Amerika Menurut Pendapat Bill Gates !

Pendiri Microsoft yang juga jutawan asal Amerika Serikat, Bill Gates, memprediksi bahwa Amerika membutuhkan waktu 10 tahun untuk memperbaiki perekonomian dari terpaan badai krisis yang sedang terjadi."Pasar uang dan kondisi perekonomian yang berkembang sepanjang tahun ini tidak pernah terjadi sebelumnya," demikian pernyataan Gates dalam tulisannya di surat tahunan pertama, seperti dikutip AFP."Saya berharap saat saya menulis pandangan saya dalam laporan yang sama pada dua tahun mendatang, saya bisa memandang bahwa ini merupakan refleksi jangka pendek dan sudah terlewati," tambahnya lagi.Menurutnya, faktor inovasi teknologi dan sektor ilmiah dianggap bisa sebagai penggerak utama dalam proses pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam. "Berbagai inovasi yang tengah diciptakan bisa membawa kemajuan nyata dalam memecahkan masalah besar, dan akan membantu memperbaiki dan menyegarkan kembali ekonomi dunia," kata GatesMilioner ini merasa terilhami untuk menulis surat tahunan bagi Yayasan miliknya dan istrinya, Bill and Melinda Fondation, yang berdiri pada 1994."Dalam waktu dekat, Warren Buffet akan membuat keajaiban," tuturnya, sambil menambahkan orang kaya papan atas di Amerika ini akan memberikan hibah bagi yayasannya.Yayasan Gates berperan dalam memberantas kematian masa kecil, memperbaiki pertanian global dan pendidikan di Amerika Serikat, dan perkelahian polio, AIDS dan malaria."Saya cukup mujur mengumpulkan kekayaan yang masuk ke yayasan karena saya mendapat pendidikan luar biasa dan dilahirkan di Amerika Serikat, di mana inovasi dan pengambilan risiko dihargai," kata Gates pada bagian suratnya tentang pendidikan di Amerika Serikat.

February 08, 2009

Pekembangan Anak... (lanjutan)

Untuk mendapatkan perkembangan anak yang baik, maka orangtua haruslah melatih setiap anak mereka mengenai apa yang baik dan tidak baik bagi si anak sejak dini. Dengan demikian anak menjadi lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana mereka berada. Hal ini dikarenakan setiap perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan anak akan dipengaruhi juga oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu setiap anak akan berubah pula, misalnya dari yang awalnya masih bersikap sebagai seorang anak kecil, akhirnya berubah menjadi remaja bahkan menjadi dewasa.
Pada dasarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sikap terhadap perubahan-perubahan dalam perkembangan. “Menurut Hurlock faktor-faktor tersebut adalah penampilan diri, perilaku, stereotip budaya, nilai-nilai budaya, perubahan peranan, dan pengalaman pribadi” (1980, hal. 5).

Penampilan Diri
Seseorang akan berusaha untuk terlihat baik dan sempurna dalam penampilannya, sehingga dapat diterima dengan senang hati dalam suatu lingkungan. Seseorang akan berusaha melakukan segala cara untuk dapat tetap menjaga penampilan dirinya agar terlihat baik dan sempurna di depan umum.

Perilaku
Setiap hal memalukan yang terjadi seiring dengan perubahan-perubahaJustify Fulln dalam masa perkembangan memiliki pengaruh besar terhadap sikap akan hal-hal yang kurang menyenangkan. Demikian pula sebaliknya jika terjadi hal-hal yang menyenangkan, maka membawa anak kepada sebuah kemandirian dalam hidup anak.

Stereotip Budaya

Stereotip budaya selalu dikaitkan dengan usia seseorang dan hal ini digunakan pula dalam menilai orang-orang dalam usia tertentu. Stereotip budaya memiliki pengaruh besar terhadap sikap seseorang terhadap perubahan-perubahan dalam perkembangan sang anak.

Nilai-nilai Budaya

Nilai-nilai budaya selalu dikaitkan dengan usia-usia tertentu. Hal ini dikarenakan tingkat produktivitas yang berbeda pada tiap tingkatan usia. Berdasarkan hal tersebut, maka usia muda dianggap sebagai usia yang paling menyenangkan dibandingkan usia dewasa.

Perubahan Peranan

Sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh setiap peran yang sedang dimainkannya. Perubahan peran seseorang dapat menuai pro dan kontra dari banyak pihak.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi sangat berpengaruh besar terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masa perkembangan. Namun sikap-sikap tertentu yang hadir dalam pengalaman tersebut dapat membuat segala sesuatunya berubah dengan cepat. Hal-hal yang menyenangkan dapat langsung berubah menjadi tidak menyenangkan, termasuk sikap-sikap sosial yang hadir disekitarnya.

Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil akhir yang baik dari sebuah proses perkembangan, maka seseorang (dalam hal ini orangtua) haruslah memperhatikan faktor-faktor lain yang ada disekitarnya yang memiliki pengaruh terhadap proses perkembangan tersebut. Selain itu orangtua harus selalu mendampingi anak-anaknya selama proses perkembangan. Anak tidak dapat dibiarkan sendiri selama proses perkembangan. Sentuhan kasih sayang orangtua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak.
Setiap anak menginginkan waktu bersama dengan orangtua mereka. Hal ini merupakan saat-saat spesial bagi anak ketika mereka dapat meluangkan waktu bersama dengan orangtua mereka. Ketika anak dapat meluangkan waktu dengan orangtua mereka, maka secara tidak langsung banyak hal yang dapat mereka pelajari dari orangtua dan hal itu terkadang tidak disadari oleh orangtua. Selain itu orangtua juga dapat membantu proses perkembangan anak. Orangtua harus mengetahui bahwa mereka tidak dapat mempercepat setiap tahapan dalam proses perkembangan anak, karena setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Hal penting yang harus pula diketahui oleh orangtua adalah mereka bertugas sebagai untuk membantu perkembangan anak-anak mereka, bukan mempercepat perkembangan tersebut.
Meluangkan waktu bersama dengan anak akan membuat orangtua semakin mengetahui kepribadian, keinginan, dan kemampuan anak mereka. Ketika orangtua mengetahui ketiga hal tersebut, maka orangtua mulai dapat menyusun strategi-strategi apa yang dapat mereka gunakan dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka. Dengan demikian proses perkembangan anak akan berjalan dengan baik dan lancar, sehingga akan mendapatkan hasil akhir yang baik pula.

Referensi :
Hurlock, E. B. (1991). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarat: Erlangga.

February 02, 2009

Perkembangan Anak 1

“Anak adalah harta yang sangat berharga bagi orangtua.” Pepatah ini sudah sering kita dengar disekitar kita. Orangtua akan melakukan segala hal demi memenuhi kebutuhan anak. Namun berbagai cara yang dilakukan orangtua untuk memenuhi kebutuhan anak dapat juga mengakibatkan terganggunya perkembangan anak. Hal ini dipengaruhi langsung oleh bagaimana orangtua mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka.

Mengasuh, mendidik, dan membimbing anak bukanlah hal yang mudah. Setiap orangtua harus mengetahui bagaimana cara mengasuh, mendidik, dan membimbing anak yang baik. Ketika orangtua salah dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak mereka; maka perkembangan anak akan terganggu atau terhambat. Hal ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi anak. Bukan hanya itu, anak juga akan mencontoh dan mempraktekkan apa yang dilakukan orangtua terhadap mereka. Kepatuhan dan ketaatan anak akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara orangtua dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka.

Anak dapat diumpamakan seperti sebuah pohon. Ketika pohon tersebut masih kecil, sangatlah mudah untuk membentuk batang dan ranting-rantingnya sesuai dengan harapan kita. Namun ketika pohon tersebut sudah besar dan keras, maka akan sangat sulit untuk membentuk batang dan ranting-rantingnya sesuai dengan harapan kita. Terkadang batang pohon yang sudah besar dan keras jika dipaksa untuk diluruskan, maka batang pohon tersebut dapat menjadi patah.

Berdasarkan hal di atas, maka orangtua perlu untuk berusaha membentuk karakter dan kepribadian setiap anak mereka mulai dari kecil hingga mereka besar. Di mana pembentukan karakter dan kepribadian anak dapat terus dilakukan sampai anak berpisah dari orangtua. Hal ini merupakan pendidikan karakter dan kepribadian langsung yang diberikan oleh orangtua dan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan sang anak.

Seiring dengan berjalannya pendidikan karakter dan kepribadian langsung yang dilakukan oleh orangtua kepada setiap anak mereka, maka orangtua juga perlu untuk menanamkam kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak-anak mereka. Hal ini dapat membantu cepatnya pembentukan karakter dan kepribadian anak. Walaupun banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak, namun keluarga dalam hal ini orangtua menjadi ujung tombak bagi keberhasilan pembentukan karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, orangtua harusnya memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka. Dengan adanya kesabaran, maka anak dapat dengan mudah mengerti apa yang diinginkan oleh orangtua dalam kehidupan mereka dan hal ini mendukung perkembangan anak dapat berjalan dengan baik.

Menurut Hurlock, “istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman seperti yang dikatakan oleh Van den Daele bahwa perkembangan berarti perubahan secara kualitatif” (1980, hal. 2). Hal ini jelas menunjukkan bahwa manusia tidak pernah statis. Manusia selalu mengalami perubahan-perubahan dalam kehidupannya, baik itu perubahan dalam skala kecil maupun skala besar. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia meliputi perubahan secara fisik dan psikologis, sehingga manusia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana ia hidup. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak berlangsung secara instan, tetapi perubahan itu terjadi melalui tahap demi tahap. Bukan hanya itu untuk mengalami suatu perubahan dalam kehidupannya, manusia membutuhkan suatu dorongan yang berasal dari dalam dirinya. Dorongan ini berhubungan erat dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki setiap orang. (bersambung...)

January 29, 2009

Greenhouse Gas Overview

Gases that trap heat in the atmosphere are often called greenhouse gases. This section of the EPA Climate Change Site provides information and data on emissions of greenhouse gases to Earth’s atmosphere, and also the removal of greenhouse gases from the atmosphere. For more information on the science of climate change, please visit EPA's climate change science home page.

Some greenhouse gases such as carbon dioxide occur naturally and are emitted to the atmosphere through natural processes and human activities. Other greenhouse gases (e.g., fluorinated gases) are created and emitted solely through human activities. The principal greenhouse gases that enter the atmosphere because of human activities are:

  • Carbon Dioxide (CO2): Carbon dioxide enters the atmosphere through the burning of fossil fuels (oil, natural gas, and coal), solid waste, trees and wood products, and also as a result of other chemical reactions (e.g., manufacture of cement). Carbon dioxide is also removed from the atmosphere (or “sequestered”) when it is absorbed by plants as part of the biological carbon cycle.
  • Methane (CH4): Methane is emitted during the production and transport of coal, natural gas, and oil. Methane emissions also result from livestock and other agricultural practices and by the decay of organic waste in municipal solid waste landfills.
  • Nitrous Oxide (N2O): Nitrous oxide is emitted during agricultural and industrial activities, as well as during combustion of fossil fuels and solid waste.
  • Fluorinated Gases: Hydrofluorocarbons, perfluorocarbons, and sulfur hexafluoride are synthetic, powerful greenhouse gases that are emitted from a variety of industrial processes. Fluorinated gases are sometimes used as substitutes for ozone-depleting substances (i.e., CFCs, HCFCs, and halons). These gases are typically emitted in smaller quantities, but because they are potent greenhouse gases, they are sometimes referred to as High Global Warming Potential gases (“High GWP gases”).

from : http://www.epa.gov/climatechange/emissions/index.html#ggo

Save Our Earth





Tahun 2006, Greenland mengalami hari-hari mencairnya salju pada ketinggian yang lebih tinggi dibanding ketinggian rata-rata selama 18 tahun. Hasil pengamatan harian menunjukkan mencairnya salju di lapisan es Greenland mengalami peningkatan setiap harinya.

Monitoring terhadap pelelehan saju di lapisan es Greenland secara harian dilakukan dengan Special Sensor Microwave Imaging radiometer (SSM/I) yang berada di pesawat ruang angkasa Defense Meteorological Satellite Program. Sensor akan mengukur sinyal elektromagnetik yang dipancarkan lapisan es dan mendeteksi lelehan salju yang terjadi lebih dari 10 hari lebih lama dari rata-rata yang terjadi pada area tertentu di Greenland.

Dengan adanya hasil pengamatan satelit secara periodik memberikan data dan informasi yang akan membantu para peneliti untuk mengetahui kecepatan alir glacier, banyaknya air dari salju yang mencair dan bergabung dengan lautan disekitarnya, juga untuk mengetahui seberapa banyak radiasi Matahari yang akan dipantulkan kembali ke atmosfer.
alju kering dan basah memang terlihat sama jika dilihat untuk pertama kalinya. Tapi salju yang basah dan salju yang mengalami pembekuan kembali, memiliki tingkat penyerapan radiasi sinar Matahari yang lebih tinggi, dan hanya memantulkan 50-60 persen ke atmosfer. Sedangkan salju kering, memantulkan kembali 85 % radiasi Matahari. Dengan kata lain, salju yang meleleh akan menyerap 3-4 kali energi yang sama dibanding salju kering. Ini tentu akan memberi pengaruh yang besar pada persediaan energi di Bumi.

Mencairnya salju di Greenland memberi pengaruh yang sangat besar terhadap luas lapisan es yang terus berkurang dan terhadap tinggi dan dalam lautan diseluruh dunia. Sebagian air yang dihasilkan dari salju yang mencair juga akan mengalir kedalam glacier melalui patahan-patahan dan alur lubang vertikal (moulin), kemudian mencapai lapisan batuan dibawahnya dan melubrikasi (meminyaki, mencairkan) lapisan es diatasnya.

Pengamatan dan studi yang dilakukan sebelumnya oleh Jay Zwally dan Waleed Abdalati dari NASA Goddard menunjukkan, air yang mencair pada musim panas pada dasar lapisan es bisa meningkatkan gerak es dan menyebabkan terjadinya peningkatan level lautan (tinggi dan dalamnya) dengan sangat cepat. Fenomena ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.

sumber : NASA
http://langitselatan.com/2007/05/30/es-di-greenland-dan-global-warming/

Artikel Terkait

* Earth: Let’s Fall In Love With Our Lucky Planet… Again
"Of all the planets in our universe, there is only one we know can support life. Just the right dist...
* Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi: Inconvenient Truth
Kelas Filsafat Sains Program Magister Astronomi ITB mengadakan kegiatan (bagian dari diskusi rutin p...
* Global Warming 2007, Tahun Terpanas Kedua di Bumi
Menurut para ahli klimatologi di NASA, tahun 2007 merupakan tahun kedua terpanas pada abad ini, bers...
* Global Warming - Apa dan mengapa
* Ulah Manusia Mengubah Iklim Global


Keterangan Gambar

Gambar 1 : Jumlah hari dimana terjadi pelelehan di tahun 2006 berada di atas rata-rata proses pelelehan di tahun 1988-2005. Area merah gelap mingindikasikan anomali jumlah hari yang berada di atas rata-rata. Credit: NASA/Robert Simmon and Marit Jentoft-Nilsen

Gambar 2 : Gambar skematik permukaan glacial yang mengilustrasikan bagaimana moulins mentransport air ke dasar glacier. credit : NASA.

Gambar 3 : Credit: NASA/Robert Simmon and Marit Jentoft-Nilsen. Foto satelit yang menunjukkan jumlah hari terjadinya proses pelelehan di tahun 2006. Warna biru gelap menunjukkan area yang memiliki hari pelelehan terbesar.

January 28, 2009

Child.....


Child will follow the action of every people around them.....
Child will take an action like what their think in their mind.....
Child will be a successful people in the future, if their parents believes with what their decision to do something.....
Child need LOVE & SUPPORT from us.....

January 22, 2009

Penelitian Tindakan Kelas

Judul : Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Pelajaran

Biologi Untuk Meningkatkan Motivasi Intrinsik Belajar Siswa

SMP Sekolah X

A. LATAR BELAKANG

Dewasa ini, dunia pendidikan dituntut untuk lebih maju dari sebelumnya. Untuk itu guru dituntut pula untuk bekerja ekstra guna memajukan dunia pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mengenai kedisiplinan dalam hal mengajar, tapi juga dituntut untuk menciptakan metode pembelajaran yang jauh lebih bermutu. Di mana pendidikan yang dilakukan harus berpusat juga pada siswa, bukan hanya pada guru saja. Oleh karena itu guru harus lebih menyusun dengan baik rencana dari kegiatan pembelajaran yang akan dijalankan.

Kegiatan pembelajaran yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu motivasi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna dan pemahaman. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik dalam jalur formal. Guru dalam menjalankan fungsinya diantaranya berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna menyenangkan, kreatif, dinamis, dialogis, dan memberikan motivasi kepada siswa dalam membangun gagasan, prakarsa, dan tanggung jawab siswa untuk belajar.

Banyaknya definisi motivasi menurut beberapa pakar ternyata memiliki ciri dan kesamaan satu sama lain. Seperti yang diungkapkan oleh Sardiman bahwa ”motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif” (2004, hal. 73). Motivasi ternyata menjadi aktif dalam diri seseorang ketika kebutuhan seseorang dalam mencapai tujuan tertentu mulai dirasakan mendesak. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian setiap guru untuk mulai menumbuhkan motivasi dalam diri siswa. Motivasi yang dimaksudkan disini adalah motivasi intrinsik dalam diri siswa. Di mana siswa memiliki motivasi yang berasal dari dalam diri mereka sendiri untuk belajar dengan lebih giat lagi.

Kegiatan belajar dan mengajar sangat berkaitan erat dengan motivasi belajar siswa. Di mana kegiatan belajar dan mengajar akan dapat mencapai tujuan yang diinginkan jika siswa memiliki motivasi belajar. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa guru memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan atau meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun pada kenyaatannya tidaklah demikian. Banyak guru yang kurang bahkan tidak berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswanya. Sehingga tujuan dari proses pembelajaran yang dijalankan tidak tercapai.

Berdasarkan beberapa hal di atas, penulis melakukan sebuah Peneletian Tindakan Kelas guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam hal ini motivasi belajar siswa yang ingin ditingkatkan adalah motivasi intrinsik. Adapun cara yang dipilih penulis dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Jigsaw. Alasan penulis menggunakan metode pembelajaran jigsaw adalah dengan metode ini siswa diajak untuk lebih bertanggung jawab atas setiap materi pembelajaran yang dipercayakan kepada mereka dalam pelajaran Biologi. Bukan hanya bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri, tetapi juga bertanggung jawab terhadap siswa lainnya. Hal ini dikarenakan setiap siswa akan bertugas untuk membagikan materi pembelajaran kepada siswa lainnya. Sehingga melalui penerapan metode pembelajaran ini, motivasi intrinsik belajar siswa akan meningkat.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun beberapa permasalahan yang menjadi fokus utama penulis dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah penerapan metode pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan motivasi intrinsik belajar siswa pada pelajaran Biologi?

2. Apakah penerapan metode pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa pada pelajaran Biologi?

C. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut:

1. penerapan metode pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan motivasi intrinsik belajar siswa pada pelajaran Biologi

2. penerapan metode pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa pada pelajaran Biologi

D. MANFAAT PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh penulis diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar baik bagi sekolah, guru, maupun siswa. Adapun manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut:

a. Sekolah :

1. Dapat menerapkan metode pembelajaran Jigsaw pada pelajaran Biologi untuk meningkatkan motivasi intrinsik belajar siswa.

2. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah setempat.

b. Guru :

1. Dapat lebih mengembangkan pelajaran dengan lebih kreatif dan semangat.

2. Dapat menerapkan penggunaan metode pembelajaran Jigsaw dalam proses belajar dan mengajar pada mata pelajaran Biologi.

c. Siswa :

1. Dapat menjadi lebih kreatif dalam menggunakan kemampuan atau talenta yang dimiliki.

2. Dapat dengan mudah mengerti konsep pelajaran Biologi.

E. KAJIAN TEORI

1. Metode Pembelajaran Jigsaw

Metode Jigsaw ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawannya dari Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawan.

Menurut Arends, metode pembelajaran jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok (edipurwantoblog). Di mana materi pelajaran disajikan dalam bentuk teks dan setiap siswa bertanggung jawab atas penugasa bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian materi tersebut kepada anggota dari kelompok lain. Dalam metode pembelajaran ini siswa diberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan siswa lain dalam bentuk diskusi kelompok guna memecahkan suatu permasalahan akan materi yang dibahas atau dipelajari.

Metode pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran dimana dalam metode ini suatu bidang ilmu pengetahuan dipecah-pecah menjadi beberapa bagian, dibahas lalu pecahan-pecahan tersebut disatukan kembali dalam suatu diskusi kelompok. Metode pembelajaran ini membuat siswa menjadi lebih aktif dengan tujuan untuk memotivasi siswa dalam melakukan pembelajaran. Metode ini berpusat kepada siswa. Hal ini dikarenakan setiap siswa akan menjadi ahli dari setiap materi yang diberikan kepada mereka, kemudian setiap siswa akan menjelaskan materi yang diperolehnya kepada siswa yang lain. Dalam metode pembelajaran ini, setiap siswa akan mengadakan diskusi dengan siswa lain mengenai materi yang telah dikuasai mereka masing-masing.

Menurut Sumarwoto, diskusi dengan menggunakan metode pembelajaran jigsaw merupakan strategi belajar kelompok yang mengajarkan keberanian siswa dalam menyajikan materi pelajaran di hadapan siswa lain. Di mana siswa dapat menyajikan materi dalam bentuk tulisan yang akan dipresentasikan. Selanjutnya dilakukan tanya jawab dengan materi yang sama, namun diterapkan untuk kasus yang berbeda. Strategi tersebut digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga prestasi siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor akan meningkat. (indopos).

Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam metode pembelajan Jigsaw ini adalah sebagai berikut (www.jigsaw.org):

a. Siswa dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang siswa. Setiap anggota kelompok harus berbeda jenis kelaminnya, suku, ras, dan kemampuannya.

b. Tentukan satu orang siswa dari setiap kelompok untuk menjadi pemimpin kelompok. Di mana siswa yang menjadi pemimpin dalam setiap kelompok harus lebih dewasa dari siswa lain dalam kelompok tersebut.

c. Bagilah materi pelajaran ke dalam 5-6 bagian.

d. Setiap siswa harus mempelajari 1 bagian dari materi tersebut, dan pastikan bahwa setiap siswa harus bertanggung jawab dengan materi yang diterimanya.

e. Berikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi yang diterima. Di mana mereka tidak perlu untuk menghafalkannya, tapi memahami materi tersebut.

f. Kemudian setiap siswa digabungkan dengan siswa lain yang mendapatkan materi sama untuk berdiskusi mengenai materi yang mereka pelajari.

g. Selanjutnya setiap siswa dari bagian materi yang berbeda bergabung pada kelompok semula, lalu masing-masing siswa membagikan bagian materi yang dikuasainya kepada siswa lain dalam kelompok tersebut.

h. Masing-masing siswa dalam setiap kelompok akan berdiskusi mengenai keseluruhan materi pelajaran yang diterima oleh masing-masing siswa. Guru akan membantu untuk memecahkan masalah jika diperlukan.

i. Akhir dari pembelajaran, guru akan memberikan tes kepada siswa mengenai materi pelajaran yang mereka pelajari. Tes yang diberikan bisa dalam bentuk kuis, games, tes essay, dll.

Metode pembelajaran Jigsaw ini membuat siswa yang kurang aktif dalam kelas akan menjadi aktif. Dengan demikian motivasi belajar siswa akan meningkat. Selain itu dengan metode pembelajaran ini guru akan menjadi sangat terbantu dalam menjalankan proses pembelajaran, dan proses pembelajaran berpusat pada siswa bukan pada guru.

2. Konsep Motivasi Belajar (Motivasi Belajar Intrinsik)

Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Motif juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen penting, yakni motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energy, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan (Sardiman, 2004, hal. 73-74).

Dengan adanya motivasi, siswa diharapkan dapat lebih mudah untuk memahami materi pelajaran, sehingga siswa dapat dengan mudah pula untuk mengembangkan keahlian atau keterampilan yang mereka miliki. Hal ini dikarenakan motivasi merupakan suatu penggerak yang berasal dari dalam diri siswa, terutama dalam hal belajar. Oleh karena itu, guru harus berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yang dalam hal ini motivasi yang dimaksud adalah motivasi intrinsik.

Menurut Morgan seperti yang diungkapkan oleh Fitri dalam sistusnya mengatakan bahwa ”motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tinglah laku, tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut, dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut” (duniapsikologi). Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Morgan, ternyata motivasi juga sangat berhubungan erat dengan keadaan atau kondisi seseorang.

Guru diharapkan merupakan orang yang karena profesinya sanggup menimbulkan dan mengembangkan motivasi untuk kepentingan proses aspek-aspek pembelajaran di dalam kelas yang keberadaan siswanya berbeda-beda secara individual. Perbedaan ini yang dimaksudkan misalnya perbedaan minat, bakat, kebutuhan, kemampuan, latar belakang sosial dan konsep-konsep yang dipelajari. Dengan motivasi dari guru merupakan faktor yang berarti dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Pada dasarnya ada dua pembangkit motivasi belajar yang efektif adalah keingintahuan dan keyakinan dalam kemampuan diri. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu, maka guru perlu memotivasi dengan pertanyaan diluar kebiasaan atau tugas yang menantang disertai penguatan bahwa siswa mampu untuk melakukannya. Dengan demikian salah satu upaya guru yaitu memberikan motivasi kepada siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang dilakukan.

Menurut Michel J Jucius seperti yang dituliskan Arief Achmad dalam situsnya menyebutkan bahwa ”motivasi sebagai kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki” (re-searchengines). Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi pada umumnya terbagi atas dua jenis, yaitu: motivasi intrinsik (berasal dari dalam individu sendiri tanpa adanya paksaan dorongan orang lain, tetapi atas kemauan sendiri) dan motivasi ekstrinsik (timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar).

3. Hubungan Metode Pembelajaran Jigsaw dengan Motivasi Belajar

Setelah melihat pengertian metode pembelajaran Jigsaw dan juga motivasi belajar intrinsik, maka dapat dilihat bahwa kedua hal ini memiliki hubungan yang sangat erat dalam meningkatkan dan mengembangkan minat siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat dengan lebih mudah untuk menggunakan dan lebih mengembangkan lagi kemampuan yang mereka miliki. Selain itu guru juga dapat membantu siswa untuk dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab akan sesuatu hal yang dipercayakan kepada mereka.

F. METODE PENELITIAN

1. Subyek dan Lokasi Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dilakukan di salah satu SMP di Jakarta pada siswa kelas VIII.

2. Tahapan dan Alur Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan dua siklus, yaitu siklus pertama dengan tahapan sebagai berikut:

Perencanaan Tindakan Pelaksanaan Tindakan Pengamatan Refleksi 1

Siklus yang kedua adalah sebagai berikut:

Perencanaan Tindakan Pelaksanaan Tindakan Pengamatan Refleksi 2

Target diletakkan di antara siklus kedua. Di mana target dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan motivasi belajar intrinsik siswa.

Adapun penjelasan setiap tahapan siklus adalah sebagai sebagai berikut:

Siklus I

  1. Perencanaan Tindakan
    1. Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah.
    2. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar.
    3. Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
    4. Memilih bahan pelajaran yang sesuai
    5. Menentukan skenario pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw.
    6. Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat bantu yang dibutuhkan.
    7. Menyusun lembar kerja siswa.
    8. Mengembangkan format evaluasi.
    9. Mengembangkan format observasi pembelajaran
  2. Pelaksanaan Tindakan
    1. Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran.
    2. Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber.
    3. Setiap siswa berdiskusi dengan siswa lain yang mendapatkan materi yang sama.
    4. Setiap siswa menjelaskan materi yang dipelajari kepada siswa lain dalam anggota kelompok awal.
    5. Siswa dalam kelompok awal berdiskusi membahas masalah yang ada.
    6. Setiap siswa mengerjakan lembar kerja siswa (LKS)
  3. Pengamatan
    1. Melakukan pengamatan dengan menggunakan format pengamatan yang sudah disiapkan, yaitu dengan alat perekam, catatan anekdot untuk mengumpulkan data.
    2. Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format lembar kerja siswa (LKS).
  4. Refleksi
    1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
    2. Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran dan lembar kerja siswa.
    3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus berikutnya.

Apabila indikator tidak mencapai 80%, maka diadakan siklus kedua. Adapun indikator dalam Penelitian Tindakan Kelas kali ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa mempunyai motivasi yang baik dalam proses pembelajaran.
  2. Siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan tekun.
  3. Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.
  4. Siswa selalu aktif dalam proses pembelajaran.
  5. Siswa memahami materi yang pelajari selama proses pembelajaran.

Siklus II

  1. Perencanaan Tindakan
    1. Identifikasi masalah yang muncul pada siklus I dan belum teratasi dan penetapan altrnatif pemecahan masalah.
    2. Menentukan indicator pencapaian hasil belajar.
    3. Pengembangan program tindakan II.
  2. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan program tindakan II yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada siklus I, sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan, antara lain:

    1. Guru melakukan appersepsi.
    2. Siswa yang diperkenalkan dengan materi yang akan dibahas dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.
    3. Siswa mengamati gambar-gambar yang sesuai dengan materi.
    4. Siswa bertanya jawab tentang gambar.
    5. Siswa menceritakan kembali gambar-gambar tersebut.
    6. Siswa mengumpulkan bacaan dari berbagai sumber, melakukan diskusi kelompok belajar, memahami materi dan menulis hasil diskusi untuk dilaporkan.
    7. Presentasi hasil diskusi.
    8. Siswa menyelesaikan tugas pada lembar kerja siswa.
  1. Pengamatan
    1. Melakukan pengamatan sesuai dengan format yang sudah disiapkan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.
    2. Menilai hasil tindakan sesuai dengan format yang sudah dikembangkan.
  2. Refleksi
    1. Melakukan evaluasi terhadap tindakan pada siklus II berdasarkan data yang terkumpul.
    2. Membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran pada siklus II.
    3. Evaluasi tindakan II.

Indikator keberhasilan yang dicapai pada siklus ini diharapkan mengalami kemajuan 20% dari siklus I.

3. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan jumlah rumusan masalah yang ada, maka instrumen yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah berbentuk soal tes, pengamatan, catatan lapangan. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengukur indikator keberhasilan yang sudah dirumuskan. Selain itu teknik pengumpulan data pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah dengan menggunakan alat pengumpul data berupa : catatan guru, catatan siswa, rekaman tape recorder, wawancara, angket, dan berbagi dokumen yang terkait dengan siswa.

4. Teknik Pengolahan Data

Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah data yang diambil merupakan data kuantitatif dari hasil tes dan nilai tugas. Selain itu data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, antusias siswa, partisipasi dan kerjasama dalam diskusi, kemampuan atau keberanian siswa dalam melaporkan hasil diskusi.

REFERENSI :

Diambil pada tanggal 15 Desember 2008 dari http://www.jigsaw.org

Diambil pada tanggal 15 Desember 2008 dari http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/11/19/pengertian-motivasi/

Diambil pada tanggal 15 Desember 2008 dari www.jigsaw.org/pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw_16.html

Diambil pada tanggal 17 Desember 2008 dari http://www.jigsaw.org/indopos.htm

Diambil pada tanggal 17 Desember 2008 dari http://re-searchengines.com/1007arief4.html

Sardiman, A.M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.