February 13, 2009

AS Hadapi Krisis Terburuk

Krisis Global saat ini menjadi topik hangat hampir dalam setiap pembicaraan. Hal ini dikarenakan Krisis Global mempunyai dampak yang sangat luar biasa terhadap seluruh bidang. AS saat ini tengah menghadapi krisis terburuk sepanjang perjalanan sejarah negara tersebut. Apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap AS? Banyak pendapat yang bermunculan mengenai AS, namun kedepannya siapa yang tau. Anda pun setelah membaca ini, dapat memberikan pendapat mengenai AS...

Berikut adalah berita yang saya kutip dari www.kompas.com

Cengkeraman krisis dunia semakin ketat di AS yang mencatat kontraksi terburuk selama 26 tahun karena muramnya iklim kerja dan pendapatan yang muncul dari Jepang dan Eropa.

Krisis makin mendalam, membuat Inggris, Jerman, Uni Eropa (UE), dan China menyerukan kerja sama dan untuk mereformasi sistem keuangan dunia yang tidak berfungsi dan memicu penurunan.

Data dari Pemerintah AS menunjukkan perekonomian terbesar dunia itu mengalami penurunan dengan rata-rata tahunan 3,8 persen pada kuartal keempat 2008, lebih tajam dari percepatan kontraksi sebesar 0,5 persen pada kuartal ketiga.

Headline dari data kuartal keempat itu tidak seburuk seperti penurunan tajam sebesar 5,5 persen yang diperkirakan oleh ekonom swasta, tetapi tetap terburuk sejak 1982.

Meski sama, beberapa data tampak menyenangkan, yang ditunjukkan oleh tingginya rata-rata pembangunan, cadangan bisnis yang dikejutkan oleh dalamnya penurunan dan mungkin harus memangkas produksi secara berkelanjutan pada 2009. "Judul besar data PDB lebih baik dari pada yang diperkirakan, namun ini sangat banyak ilusinya dan didukung oleh peningkatan yang tidak diduga dalam bisnis," kata Sal Guatieri, ekonom senior di BMO Capital Markets.

Guatieri mengatakan, data yang disuguhkan turun lebih tajam pada kuartal pertama 2009.

Presiden AS, Barack Obama, mengingatkan bahwa data itu menggarisbawahi mendesaknya persetujuan Kongres untuk rencana stimulus darinya. "Ini bukan hanya konsep ekonomi, ini adalah bencana yang berlanjut bagi keluarga pekerja di AS," kata Obama.

Pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan PM Inggris, Gordon Brown, mengusulkan kontrol yang lebih ketat atas perekonomian internasional, membuka potensi yang terpisah dengan AS untuk mengakhiri krisis keuangan.

Merkel mengatakan, Dewan Ekonomi PBB yang didasarkan pada Dewan Keamanan mungkin harus menciptakan kebijakan ekonomi dunia. Sementara Brown mengatakan "berbagi revolusi" akan memperkuat lembaga internasional saat ini.

Kedua usulan itu bertentangan dengan ide AS yang menolak setiap penegakan hukum dunia.

Pada pertemuan tingkat tinggi negara maju dan berkembang G-20 November lalu, Washington menentang regulator nasional untuk mengambil prakarsa. Sementara itu, Brown meminta penggabungan yang lebih besar untuk memerangi krisis. "Ini waktunya...untuk dunia tampil bersama sebagai kesatuan," katanta. Dia meminta kepada G-20 untuk bekerja sama "berbagai revolusi" untuk membangun sistem keuangan dunia baru.