January 29, 2009

Greenhouse Gas Overview

Gases that trap heat in the atmosphere are often called greenhouse gases. This section of the EPA Climate Change Site provides information and data on emissions of greenhouse gases to Earth’s atmosphere, and also the removal of greenhouse gases from the atmosphere. For more information on the science of climate change, please visit EPA's climate change science home page.

Some greenhouse gases such as carbon dioxide occur naturally and are emitted to the atmosphere through natural processes and human activities. Other greenhouse gases (e.g., fluorinated gases) are created and emitted solely through human activities. The principal greenhouse gases that enter the atmosphere because of human activities are:

  • Carbon Dioxide (CO2): Carbon dioxide enters the atmosphere through the burning of fossil fuels (oil, natural gas, and coal), solid waste, trees and wood products, and also as a result of other chemical reactions (e.g., manufacture of cement). Carbon dioxide is also removed from the atmosphere (or “sequestered”) when it is absorbed by plants as part of the biological carbon cycle.
  • Methane (CH4): Methane is emitted during the production and transport of coal, natural gas, and oil. Methane emissions also result from livestock and other agricultural practices and by the decay of organic waste in municipal solid waste landfills.
  • Nitrous Oxide (N2O): Nitrous oxide is emitted during agricultural and industrial activities, as well as during combustion of fossil fuels and solid waste.
  • Fluorinated Gases: Hydrofluorocarbons, perfluorocarbons, and sulfur hexafluoride are synthetic, powerful greenhouse gases that are emitted from a variety of industrial processes. Fluorinated gases are sometimes used as substitutes for ozone-depleting substances (i.e., CFCs, HCFCs, and halons). These gases are typically emitted in smaller quantities, but because they are potent greenhouse gases, they are sometimes referred to as High Global Warming Potential gases (“High GWP gases”).

from : http://www.epa.gov/climatechange/emissions/index.html#ggo

Save Our Earth





Tahun 2006, Greenland mengalami hari-hari mencairnya salju pada ketinggian yang lebih tinggi dibanding ketinggian rata-rata selama 18 tahun. Hasil pengamatan harian menunjukkan mencairnya salju di lapisan es Greenland mengalami peningkatan setiap harinya.

Monitoring terhadap pelelehan saju di lapisan es Greenland secara harian dilakukan dengan Special Sensor Microwave Imaging radiometer (SSM/I) yang berada di pesawat ruang angkasa Defense Meteorological Satellite Program. Sensor akan mengukur sinyal elektromagnetik yang dipancarkan lapisan es dan mendeteksi lelehan salju yang terjadi lebih dari 10 hari lebih lama dari rata-rata yang terjadi pada area tertentu di Greenland.

Dengan adanya hasil pengamatan satelit secara periodik memberikan data dan informasi yang akan membantu para peneliti untuk mengetahui kecepatan alir glacier, banyaknya air dari salju yang mencair dan bergabung dengan lautan disekitarnya, juga untuk mengetahui seberapa banyak radiasi Matahari yang akan dipantulkan kembali ke atmosfer.
alju kering dan basah memang terlihat sama jika dilihat untuk pertama kalinya. Tapi salju yang basah dan salju yang mengalami pembekuan kembali, memiliki tingkat penyerapan radiasi sinar Matahari yang lebih tinggi, dan hanya memantulkan 50-60 persen ke atmosfer. Sedangkan salju kering, memantulkan kembali 85 % radiasi Matahari. Dengan kata lain, salju yang meleleh akan menyerap 3-4 kali energi yang sama dibanding salju kering. Ini tentu akan memberi pengaruh yang besar pada persediaan energi di Bumi.

Mencairnya salju di Greenland memberi pengaruh yang sangat besar terhadap luas lapisan es yang terus berkurang dan terhadap tinggi dan dalam lautan diseluruh dunia. Sebagian air yang dihasilkan dari salju yang mencair juga akan mengalir kedalam glacier melalui patahan-patahan dan alur lubang vertikal (moulin), kemudian mencapai lapisan batuan dibawahnya dan melubrikasi (meminyaki, mencairkan) lapisan es diatasnya.

Pengamatan dan studi yang dilakukan sebelumnya oleh Jay Zwally dan Waleed Abdalati dari NASA Goddard menunjukkan, air yang mencair pada musim panas pada dasar lapisan es bisa meningkatkan gerak es dan menyebabkan terjadinya peningkatan level lautan (tinggi dan dalamnya) dengan sangat cepat. Fenomena ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.

sumber : NASA
http://langitselatan.com/2007/05/30/es-di-greenland-dan-global-warming/

Artikel Terkait

* Earth: Let’s Fall In Love With Our Lucky Planet… Again
"Of all the planets in our universe, there is only one we know can support life. Just the right dist...
* Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi: Inconvenient Truth
Kelas Filsafat Sains Program Magister Astronomi ITB mengadakan kegiatan (bagian dari diskusi rutin p...
* Global Warming 2007, Tahun Terpanas Kedua di Bumi
Menurut para ahli klimatologi di NASA, tahun 2007 merupakan tahun kedua terpanas pada abad ini, bers...
* Global Warming - Apa dan mengapa
* Ulah Manusia Mengubah Iklim Global


Keterangan Gambar

Gambar 1 : Jumlah hari dimana terjadi pelelehan di tahun 2006 berada di atas rata-rata proses pelelehan di tahun 1988-2005. Area merah gelap mingindikasikan anomali jumlah hari yang berada di atas rata-rata. Credit: NASA/Robert Simmon and Marit Jentoft-Nilsen

Gambar 2 : Gambar skematik permukaan glacial yang mengilustrasikan bagaimana moulins mentransport air ke dasar glacier. credit : NASA.

Gambar 3 : Credit: NASA/Robert Simmon and Marit Jentoft-Nilsen. Foto satelit yang menunjukkan jumlah hari terjadinya proses pelelehan di tahun 2006. Warna biru gelap menunjukkan area yang memiliki hari pelelehan terbesar.