February 24, 2009

Gaji Papa Berapa...?
















Beberapa waktu yang lalu saya dikirmkan email oleh salah seorang saudara saya dan ketika saya membacanya, hati saya langsung sedih dan memikirkan bagaimana jika saya yang berada diposisi Sarah.

Terkadang orangtua tidak memikirkan apa yang diinginkan oleh anak mereka.....
Terkadang orangtua tidak peka terhadap anak mereka.....
Terkadang orangtua tidak peduli dengan perkembangan dan pertumbuhan anak mereka.....
Terkadang orangtua bahwa dengan uang mereka bisa menyediakan semua yang dibutuhkan anak mereka.....

Namun.....

Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa kebutuhan utama anak bukanlah uang... melainkan WAKTU... PERHATIAN... & BELAIAN KASIH SAYANG...

Semoga para orangtua semakin menyadari bahwa anak membutuhkan mereka lebih dari yang ada dipikiran mereka selama ini...
Anak tidak hanya membutuhkan status sebagai Papa & Mama...

Tetapi...

Anak membutuhkan lebih dari sekedar status Papa & Mama...



Menghabiskan banyak waktu bersama anak merupakan hal terindah dari kehidupan sebagai orangtua...


Pakaian... makanan... mainan... bukanlah pemuas kebutuhan anak...




WAKTU... PERHATIAN... & KASIH SAYANG merupakan 3 hal penting yang harus diberikan oleh setiap orangtua kepada anaknya...




Berikut merupakan email yang dikirimkan kepada saya...



Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.


"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.

Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

..Nice story...money is important but certainly not everything...(but something )

February 18, 2009

Kertas Masa Depandari Laut, tidak lagi dari Hutan..

Apa yang terjadi jika bumi kita ini sudah tidak mempunyai pohon lagi...?

Apa yang terjadi jika kita tidak dapat lagi mengirup oksigen...?

Apa yang terjadi jika jantung kita tidak dapat lagi berdetak karena kehabisan nafas...?

Haruskah semua pohon ditebang untuk menyuplai kebutuhan kertas kita...?


Berikut merupakan apa yang saya kutip dari http://tekameli.multiply.com/journal/item/72/Kertas_Masa_Depandari_Laut_tidak_lagi_dari_Hutan..

Semoga setelah membaca ini... kita semakin menyadari bahwa kita masih sangat membutuhkan pohon-pohon untuk kelangsungan hidup kita...



Kertas Masa Depandari Laut, tidak lagi dari Hutan..

http://bioindustri.blogspot.com/2008/03/kertas-masa-depandari-laut-tidak-lagi.html:
Apa Kabar Industri Pulp dan Kertas Indonesia?

Kertas merupakan salah satu produk turunan selulosa yang memegang peranan cukup signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemakaian kertas pertama kali diawali di China yang dibuat dari serat aneka tanaman seperti bambu, mulberi, willow, lontar, jerami, kapas dan lainnya. Perkembangan pembuatan kertas ini sangat cepat dan semakin lama teknik pembuatan kertas semakin canggih dan mampu menghasilkan berbagai jenis kertas seperti yang biasa dimanfaaatkan dewasa ini.
Industri kertas merupakan salah satu jenis industri terbesar di dunia dengan menghasilkan 178 juta ton pulp, 278 juta ton kertas dan karton, dan menghabiskan 670 juta ton kayu. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia, kebutuhan akan kertas juga semakin meningkat. Pertumbuhan dalam dekade berikutnya diperkirakan antara 2% hingga 3.5% per tahun, sehingga membutuhkan kenaikan kayu log yang dihasilkan dari lahan hutan seluas 1 sampai 2 juta hektar setiap tahun.
Di Indonesia, industri pulp dan kertas terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dewasa ini industri pulp dan kertas Indonesia memiliki 80 perusahaan, besar dan kecil serta baru dan lama dengan nilai investasi mencapai US$ 16,00 milyar dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat langsung sebanyak 178.624 orang serta devisa senilai US$ 2,817 milyar. Total kapasitas pabrik pulp mencapai 6,4 juta ton per tahun sementara pabrik kertas mencapai 10 juta ton per tahun. Semua jenis kertas telah diproduksi, bahkan terdapat kelebihan untuk diekspor, yaitu 45 % pulp dan 30 % kertas. Dengan besaran kemampuan produksi tersebut, maka Indonesia kini menempati peringkat 9 sebagai produsen pulp dan peringkat 12 dalam hal produksi kertas dunia. Pembangunan pabrik pulp dan kertas membutuhkan investasi yang besar. Satu pabrik pulp dengan kapasitas 1 juta ton membutuhkan investasi US$ 1 miliar. Dalam visi 2030 dan Road Map 2010 Industri Nasional tentang Revitalisasi Indutri dan Investasi yang dikeluarkan oleh KADIN pada tahun 2007 ini, menempatkan industri pulp dan paper sebagai satu dari tiga klaster industri unggulan penggerak pencipta lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan.
Konsumsi kertas perkapita juga bisa menjadi indicator kemajuan sebuah negara mengingat kertas merupakan sarana penting dalam pendidikan dan komunikasi. Konsumsi kertas perkapita di Indonesia saat ini masih sangat rendah sekitar 25 kilogram per tahun. Thailand mencapai 35 kilogram, Malaysia 106 kilogram, dan Singapura 180 kilogram.
Seperti dipahami bersama, bahwa industri pulp dan kertas akan terus berkembang pada masa yang akan datang, namun juga perlu diperhatikan akan bahan baku yang ketersediaan semakin menipis dan dampak dari proses pembuatan kertas terhadap lingkungan sekitar. Tantangan industri kertas dimasa depan juga tidaklah mudah. Industri kertas, selain membutuhkan kayu sebagai bahan baku utama, juga tergolong industry dengan tingkat konsumsi energy tinggi dan menghasilkan limbah yang cukup membahayakan bagi lingkungan. Industri ini perlu berbenah diri seiring dengan makin gencarnya evironmentall issues, sehingga industi pulp dan kertas mampu menjadi indutri yang berkelanjutan baik dari segi ekonomi, lingkungan dan energi. Catatan penting lain bagi insutri pulp dan kertas di Indonesia agar industri ini tidak lagi disebut sebagai "sunset industry adalah pasokan bahan baku kayu yang tidak cukup, kelebihan kapasitas industri perkayuan, inefisiensi industri, rendahnya daya saing produk, pangsa pasar yang terus menurun dan kurangnya produk yang memiliki nilai tambah, merupakan masalah yang selalu dihadapi industri ini sejak dulu dan saat ini semakin kompleks keadaannya. Departemen Kehutanan juga belum memiliki peta jalan (road map) pembangunan industri pulp dan kertas mengakibatkan produksi dan perdagangan komoditas itu kritis, bahkan target penanaman HTI seluas 700.000 ha pada 2007 hingga Juli baru 70.000-an ha. percepatan program hutan tanaman industri (HTI) yang ditargetkan mencapai 5 juta hektare (ha) pada 2009


How Paper is Made?
Kertas dihasilkan dari bahan kaya selulosa, dalam hal ini kayu yang banyak digunakan sebagai bahan utama pada mayoritas industri pulp dan kertas di dunia karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber selulosa yang lain. Kayu merupakan merupakan polimer alami dimana 90-99% bobotnya berupa polimer. Dari jumlah itu, 65-75 % adalah golongan polisakarida. Sel kayu terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa membentuk kerangka yang dikelilingi oleh senyawa-senyawa lain yang berfungsi sebagai matrik (hemiselulosa) dan bahan-bahan yang melapisi (lignin).
Untuk menjadi produk kertas, kayu harus diproses melalui berbagai tahapan seperti pulping, bleaching, hingga menjadi lembaran-lembaran kertas dalam proses paper machine. Dalam proses pulping, metode yang digunakan juga sangat variatif, diantaranya dengan metode mekanik, kimia, semi kimia dan beberapa metode intermediate. Pemilihan metode sangat bergantung pada jenis bahan baku (sumber serat) yang digunakan dan tujuan produk akhir yang diinginkan, Produk akhir yang dihasilkan dapat berupa kertas budaya (kertas koran, kerta tulis cetak, dan lain-lain) dan kertas industri seperti kertas kantong semen, kertas duplex, kertas bungkus atau pengemas yang umumnya digunakan pada industri penerbitan, percetakan, pengemasan, industri rokok, dan jasa. Selain itu dapat juga dihasilkan kertas tissue, misalnya kertas sigaret dan kertas rumah tangga.
Tekanan masyarakat untuk mengolah limbah kertas, mengurangi penggunaan pohon dan pengolahan limbah industri selama ini telah direspon salah satunya dengan daur ulang kertas. Meskipun ini merupakan salah satu positive step tapi belum merupakan perfect answers, baik secara lingkungan maupun ekonomi. Hal ini disebabkan, dalam mengolah limbah kertas menghasilkan tinta cetak yang menyebabkan polusi dan dari sisi ekonomi, kertas hasil daur ulang dianggap inferior sebagai kertas baru karena serat-serat kertas yang menjadi lebih pendek sehingga kualitas menjadi menurun.
Berbagai penelitian yang lain juga telah dilakukan untuk mendapatkan sumber serat yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber bahan baku kertas dengan tidak mengurangi aspek mutu dari kertas yang dihasilkan. Jerami padi misalnya, seiring dengan kemajuan teknologi, batang padi saat ini semakin pendek untuk lebih mengoptimalkan pertumbuhan pada bagian biji-biji penghasil butir padi.
Bagasse yang merupakan by product dari industry gula nyatanya juga belum layak dari sisi ekonomi. Hal ini berbeda dengan industry kertas di China seperti PT Industri Kertas Asia Timur Guangxi di Kota Chongzuo yang mengembangkan caranya sendiri untuk membuat kertas dari ampas tebu sebagai bahan mentah, sehingga dapat menghemat sejumlah besar kayu. Bagasse memang mengandung serat selulosa yang dapat dibuat pulp. Potensi bagasse di Indonesia cukup besar, menurut data statistik Indonesia tahun 2002, luas tanaman tebu di Indonesia 395.399,44 ha, yang tersebar di Pulau Sumatera seluas 99.383,8 ha, Pulau Jawa seluas 265.671,82 ha, Pulau Kalimantan seluas 13.970,42 ha, dan Pulau Sulawesi seluas 16.373,4 ha. Diperkirakan setiap ha tanaman tebu mampu menghasilkan 100 ton bagasse. Maka potensi bagasse nasional yang dapat tersedia dari total luas tanaman tebu mencapai 39.539.944 ton per tahun. Akan tetapi, saat ini, bagasse justru menjadi sumber energy utama bagi pabrik tebu dan jika dialihkan sebagai bahan baku kertas, maka diperlukan solar sebagai bahan bakar pengganti yang harganya cukup mahal. Kalkulasinya sebagai berikut: Kalau satu liter solar harganya Rp 3.600,-, sedangkan nilai kalor 1 ton bagasse kering setara dengan 598 liter solar, maka apabila dinilai dengan uang, 1 ton bagasse setara dengan Rp 2.152.800,-. Berarti lebih mahal dari harga Bahan Baku Serpih (BBS) kayu, yaitu setara Rp 600.000,- per ton. Permasalahan lain adalah, tebu merupakan tanaman semusim, sehingga tidak dipanen sepanjang tahun. Untuk menjamin rutinitas pasokan bagasse, maka diperlukan tempat penyimpanan yang luas. Kendalanya adalah bagasse bersifat kamba (bulky), sehingga memerlukan biaya transportasi dan penggudangan yang mahal. Pada saat penggudangan bagasse mudah terserang jamur dan serangga karena kandungan gula yang tersisa. Apabila dalam keadaan kering bagasse mudah terbakar.
Bambu yang juga diteliti untuk dijadikan sebagai sumber serat penghasil kertas nyatanya menghasilkan kertas dengan kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan kertas berbahandasar kayu.


Kertas dari Laut, Mungkinkah?
Selama ini kita mengenal kertas dihasilkan dari kayu yang ditebang dari pepohonan di hutan, dengan laju deforestrasi hutan yang cukup tinggi mencapai 1,18 juta hektar. Namun, yang sering dilupakan bahwasanya Indonesia tidak hanya hutan dan daratan saja, akan tetapi 3/4 dari luas Indonesia berupa perairan atau lautan. Banyak potensi yang belum dioptimalkan diantaranya adalah rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, pengganti kayu dari hutan. Luas laut Indonesia yang sesuai untuk budidaya rumput laut diperkirakan seluas, 1,1 juta ha yang sampai saat ini belum digarap dengan maksimal.
Kunci sukses transformasi rumput laut jadi kertas adalah ditemukannya serat atau fiber. Bila kayu mengandung serat selulosa, rumput laut mengandung serat agalosa selebar 3-7 mikrometer dan panjang 0,5-1 milimeter, dengan fleksibilitas tinggi, tidak ditemukan unsur lignin, dan mengandung substansi perekat cair. Dari penelitian mikroskop terlihat ukuran dan bentuk serat agalosa lebih homogen, tidak seperti serat selulosa yang bulat, lonjong, atau pipih. Homogenitas ini yang membuat kualitas kertas lebih baik, lebih fleksibel, lebih halus.
Jenis rumput laut yang umumnya dibudidayakan di Indonesia adalah jenis adalah Gracillaria untuk di tambak dan Euchema di laut. Dalam pembuatan kertas berbahan dasar rumput laut ini, jenis yang digunakan adalah alga merah (red seaweeds / Rhodophyceae) species Gracillaria. Gracilaria memiliki nama daerah yang bermacam-macam, seperti: sango-sango, rambu kasang, janggut dayung, dongi-dongi, bulung embulung, agar-agar karang, agar-agar jahe, bulung sangu dan lain-lain.

Gracilaria memiliki kelebihan dibandingkan jenis alga merah yang lain seperti Eucheuma Cottoni, Chondrus ( penghasil karaginan) dan Fulcellaria (penghasil fulceran). Kelebihan Gracilaria adalah seratnya lebih panjang berdasarkan hasil analisa seperti ditunjukkan pada Tabel berikut

Proses pembuatan kertas dari rumput laut tidak berbeda daripada pembuatan kertas dari kayu. Ada lima proses pokok, yakni (1) penyiapan bahan baku; (2) pemasakan rumput laut; (3) ekstraksi rumput laut; (4) pemutihan; dan (5) pencetakan. Secara umum, proses produksi dimulai dari panen rumput laut merah, kemudian dijemur, dibersihkan, dan dipotong-potong. Lalu dimasukkan dalam tungku dan dimasak pada suhu tinggi (boiling) sehingga keluar ekstrak "inti" berupa agar untuk pangan. Ampas rumput laut— yang telah diambil agar-agarnya—kemudian diputihkan (bleaching) lalu dihancurkan menjadi bubur rumput laut merah (pulp). Bubur inilah yang kemudian diolah jadi kertas.
Beberapa kelebihan yang dimiliki rumput laut sebagai bahan dasar kertas adalah pertumbuhan massa rumput laut yang sangat tinggi, yakni 5-10 % sehari. Dengan masa panen 70 hari, pertumbuhan tersebut sangat pesat dibandingkan pohon sebagai bahan baku kertas konvensional, yang baru dapat dipotong minimal 7 tahun bahkan 15 tahun pada negara-negara subtropis. Untuk negara tropis seperti Indonesia, rumput laut dapat dipanen sepanjang tahun, sedangkan negara beriklim subtropis, panen rumput laut hanya dapat dilakukan selama 2 kali dalam setahun. Tentu hal ini merupakan point plus bagi rumput laut Indonesia.
Kelebihan lain dari kertas berbahan dasar rumput laut adalah minimnya komponen racun yang ada pada kertas. Berbeda dengan kertas konvensional yang menggunakan bahan-bahan kimia dalam proses produksi, pengolahan kertas dari rumput laut diproses nyaris tanpa bahan kimia, kecuali pemutihan dengan klorin, sehingga hampir tidak ada limbah berbahaya yang dihasilkan. Dengan demikian proses ini aman bagi lingkungan dan tidak berdampak negatif bagi kesehatan. Setelah dilakukan pengujian, kertas rumput laut ini hanya mengandung 17 komponen racun, sedangkan kertas berbahan dasar kayu mengandung
40 komponen racun. Kondisi ini berpeluang menjadikan kertas berbahan dasar rumput laut sebagai bahan kemasan untuk produk pangan.



Pada akhirnya, dengan menjadikan rumput laut sebagai bahan baku kertasm aka meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi rumput laut itu sendiri yang selama ini hanya diekspor dalam bentuk kering tanpa dilakukan pengolahan lanjutan. Hal ini menyebabkan harga rumput laut Indonesia jatuh dipasar internasional. Kajian singkat yang dilakukan oleh PT. Bank Ekspor Indonesia (BED pada tahun 2006 menunjukkan rata-rata komoditi rumput laut Indonesia di pasaran dunia terpaut pada harga 496 US$/ton. Harga rumput laut Indonesia termasuk yang paling murah jika dibandingkan dengan Negara eksportir lainnya, rumput laut Cina memiliki harga 1,943 US$/ton, rumput laut Korea 2,984 US$/ton, rumput laut Chile 680US$/ton. Kelemahan harga rumput laut Indonesia disebabkan oleh karena sebagian besar rumput laut kita diekspor dalam bentuk mentah (raw material), padahal value-added rumput laut mentah yang diolah memberikan premium yang sangat tinggi. Sebagai contoh, Cina dan Korea mengolah rumput laut menjadi bahan makanan dan supplemen mendapat apresiasi harga yang tinggi di Jepang. Keuntungan lain dari olahan rumput laut adalah pengenaan tarif yang lebih rendah, bahkan nol, dibanding dalam bentuk mentah yang dapat dikenakan tarif hingga 40% di Jepang.


Kertas: industri yang tidak akan pernah mati
Meskipun marak issue paperless pada masa yang akan datang dengan semakin majunya teknologi digital, penetrasi internet dan semakin murahnya teknologi digital, kertas akan tetap dibutuhkan. Bukankah keberadaan computer pada awal kemunculannya diharapkan bisa mengubah arah hidup menjauh dari kebutuhan kertas? tapi nyatanya konsumsi kertas semakin meningkat. Inovasi kertas harus terus dikembangkan. Mungkin kita perlu belajar dari salah satu perusahaan kertas Italia, Cartiera
Favini yang cukup produktif menciptakan kertas-kertas inovatif, diantaranya kertas dari limbah tekstil, kertas dari efluen alga (50.000 ton alga sebagai bahan baku kertas setara dengan 30.000 ton kayu), limbah pertanian (limbah pemrosesan gula dan maizena dengan pemanfaatan tongkol jagung, dedaunan dan tangkai). Perusahaan Favini juga sudah menemukan cara menggunakan residu-residu lain yang hanya mempunyai sedikit atau tanpa isi serat, seperti sisa pulp dari proses pengepresan jeruk atau anggur. Dalam hal ini pulp akan dikeringkan dan dibentuk menjadi tepung yang kemudian bisa digunakan untuk menggantikan ssejumlah selulosa kayu dan pengisi-pengisi mineral di dalam proses kertas. Perusahaan memberi nama-nama produk-produk tersebut sesuai bahan asli, sebagai contoh, "kertas jeruk", "kertas lemon" dan "kertas anggur". Dan lebih ekstrim serta mengejutkan, ECOFAVINI juga berhasil menciptakan apa yang disebut Smog Paper. Pabrik kertas seperti diketahui menghasilkan pengotor-pengotor berbahaya. yang ekuivalen dengan polusi dari 30 mobil bepergian pada 50kph. Perusahaan ini sudah menemukan teknologi untuk menjadikan gas-gas ini harmless (disebut smog flour). Dengan cara yang sama seperti vegetable flour, dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi kertas.
Selain itu, ide dari Jepang berikut juga layak untuk terus dikaji sebagai salah satu usaha untuk melakukan penghematan kayu dan memanfaatkan kertas bekas menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bernilai guna tinggi, yakni dengan mengubah kertas menjadi kayu. Ide ini sebenarnya merupakan upaya memperpanjang usia pemanfaatan satu barang, sehingga bisa menghemat pemakaian bahan dari alam. Konsepnya sesungguhnya sangat sederhana. Jika dalam pembuatan kertas, zat lignin yang ada di kayu dihilangkan, maka untuk mengubah kertas menjadi kayu dilakukan dengan cara mengembalikan lignin tadi pada kertas daur ulang. Namun, kertas tentu tidak bisa berkali-kali didaur ulang, karena lama-kelamaan seratnya menjadi pendek. Kayu buatan ini punya beberapa kelebihan antara lain sangat mudah dibentuk, karena bisa dicetak seperti plastik, namun tetap memiliki sifat fisik sebagai kayu. Kekuatan kayu tersebut dapat diatur kekuatannya berdasarkan jumlah lignin yang ditambahkan. Jadi prosesnya bahan serat ini dibentuk dulu baru kemudian ditambahkan lignin. Bahan kayu buatan ini bersifat biodegradable karena memang tersusun dari zat-zat yang sama seperti kayu alamiah sehingga ramah terhadap lingkungan.
Jadi, teruslah berinovasi!
ria@alkahfia
-Lagi belajar nulis-


Pemantik Ide
----------, 2004. Algae Paper – Italy. The Earth Report from TVE.org
----------, 2007. Agenda 2020
Technology Vision. http://www.agenda2020.org/Tech/vision.htm. Tanggal akses: 25 Oktober 2007
----------, 2007. Visi 2030 Dan Roadmap 2010 Industri Nasional. http://www.kadin-indonesia.or.id/id/berita_isi.php?news_id=1847. Tanggal akses: 11 November 2007

----------. 2007.Inovasi Material Kertas Dari Lulusan Sastra. mAthA inggin bixara.blogspot
----------. Perkembangan Perusahaan Guangxi Perhatikan Pelestarian Lingkungan . http://indonesian.cri.cn/1/2007/10/19/1@72896.htm. Tanggal akses: 30 Oktober 2007
Dahuri, R. 2004. Industri Bioteknologi Perairan dan Kemakmuran Bangsa.
http://www.dkp.go.id/ content.php?c=4485. tanggal akses: 5 November 2007

Fauzi, A, 2005. Siaran Pers. No.:S.563/II/PIK-1/2005. Pemanfaatan Ampas Tebu (Bagasse) Untuk Bahan Baku Pulp Dan Kertas Masih Hadapi Kendala. http://www.dephut.go.id/ INFORMASI/HUMAS/2005/563_05.htm. Tanggal akses: 27 Oktober 2007

Industri Pulp dan Kertas: Berpotensi, tapi Sepi Investasi. Warta Ekonomi. 2007. http://www.wartaekonomi.com/indikator.asp?aid=6728&cid=25

Istiani, Sri et al. 1985. Manfaat Dan Pengolahaan Rumput Laut. Seafarming Workshop Report. Bandar Lampung 28 Oktober – 1 November 1985

Sjostrom, E. 1995. Kimia Kayu Dasar-dasar dan Penggunaan. Terjemahan. UGM Press. Jogjakarta.

Sutarto, 2006. Tak Ada Investasi Baru di Industri Pulp dan Kertas.http://www.tempointeraktif.com/ hg/ekbis/2006/01/19/brk,20060119-72606,id.html

Tambunan, E. 2007. Dephut belum memiliki Peta Jalan Industri Pulp. http://www.greenomics.org/ news%5CNews_20070822_bi.doc. Tanggal akses: 21 November 2007
Wardhany, FR. 2007. Revitalisasi industri kehutanan. http://www.pbbinfo.com/index.php? option=com content&task =view &id=53&Itemid=1. Tanggal akses: 6 Oktober 2007



Sumber : http://tekameli.multiply.com/journal/item/72/Kertas_Masa_Depandari_Laut_tidak_lagi_dari_Hutan..

Rahasia Kesuksesan...

rahasia kesuksesan ada pada diri kita sendiri...
bukan pada tempat lain...
saatnya kita berusaha dengan menggunakan semua talenta yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup...

jangan pernah menyerah dan putus asa... karena itu akan menjauhkanmu dari kesuksesan itu...

tetap rendah hati... dan tersenyum pada setiap orang yang ada disekitar kita...

itulah kesuksesan sejati...



Lippo Village, 18 Februari 2009

February 17, 2009

Hidup Tak Dapat Tertawa

Ketika hidup tidak lagi dapat tertawa
Apa yang akan kau lakukan?
Menangisinya, menertawakannya, atauhanya terdiam merenunginya?
Seribu kata pun tidak dapat mengubahnya



Hidup memang sulit, tapi tertawa lebih sulit lagi
Akankah hidupmu berubah?
Ya... itu mungkin saja terjadi
Semuanya kabur, pergi menjauh, dan musnah



Lippo Village, 16 February 2009

February 13, 2009

AS Hadapi Krisis Terburuk

Krisis Global saat ini menjadi topik hangat hampir dalam setiap pembicaraan. Hal ini dikarenakan Krisis Global mempunyai dampak yang sangat luar biasa terhadap seluruh bidang. AS saat ini tengah menghadapi krisis terburuk sepanjang perjalanan sejarah negara tersebut. Apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap AS? Banyak pendapat yang bermunculan mengenai AS, namun kedepannya siapa yang tau. Anda pun setelah membaca ini, dapat memberikan pendapat mengenai AS...

Berikut adalah berita yang saya kutip dari www.kompas.com

Cengkeraman krisis dunia semakin ketat di AS yang mencatat kontraksi terburuk selama 26 tahun karena muramnya iklim kerja dan pendapatan yang muncul dari Jepang dan Eropa.

Krisis makin mendalam, membuat Inggris, Jerman, Uni Eropa (UE), dan China menyerukan kerja sama dan untuk mereformasi sistem keuangan dunia yang tidak berfungsi dan memicu penurunan.

Data dari Pemerintah AS menunjukkan perekonomian terbesar dunia itu mengalami penurunan dengan rata-rata tahunan 3,8 persen pada kuartal keempat 2008, lebih tajam dari percepatan kontraksi sebesar 0,5 persen pada kuartal ketiga.

Headline dari data kuartal keempat itu tidak seburuk seperti penurunan tajam sebesar 5,5 persen yang diperkirakan oleh ekonom swasta, tetapi tetap terburuk sejak 1982.

Meski sama, beberapa data tampak menyenangkan, yang ditunjukkan oleh tingginya rata-rata pembangunan, cadangan bisnis yang dikejutkan oleh dalamnya penurunan dan mungkin harus memangkas produksi secara berkelanjutan pada 2009. "Judul besar data PDB lebih baik dari pada yang diperkirakan, namun ini sangat banyak ilusinya dan didukung oleh peningkatan yang tidak diduga dalam bisnis," kata Sal Guatieri, ekonom senior di BMO Capital Markets.

Guatieri mengatakan, data yang disuguhkan turun lebih tajam pada kuartal pertama 2009.

Presiden AS, Barack Obama, mengingatkan bahwa data itu menggarisbawahi mendesaknya persetujuan Kongres untuk rencana stimulus darinya. "Ini bukan hanya konsep ekonomi, ini adalah bencana yang berlanjut bagi keluarga pekerja di AS," kata Obama.

Pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan PM Inggris, Gordon Brown, mengusulkan kontrol yang lebih ketat atas perekonomian internasional, membuka potensi yang terpisah dengan AS untuk mengakhiri krisis keuangan.

Merkel mengatakan, Dewan Ekonomi PBB yang didasarkan pada Dewan Keamanan mungkin harus menciptakan kebijakan ekonomi dunia. Sementara Brown mengatakan "berbagi revolusi" akan memperkuat lembaga internasional saat ini.

Kedua usulan itu bertentangan dengan ide AS yang menolak setiap penegakan hukum dunia.

Pada pertemuan tingkat tinggi negara maju dan berkembang G-20 November lalu, Washington menentang regulator nasional untuk mengambil prakarsa. Sementara itu, Brown meminta penggabungan yang lebih besar untuk memerangi krisis. "Ini waktunya...untuk dunia tampil bersama sebagai kesatuan," katanta. Dia meminta kepada G-20 untuk bekerja sama "berbagai revolusi" untuk membangun sistem keuangan dunia baru.

February 11, 2009

Amerika... What's ur opinion...?

Krisis global berpengaruh besar terhadap segala bidang kehidupan manusia.
Seluruh dunia merasakan dampak yang sangat luar biasa.
Bukan hanya di Indonesia saja yang merasakan dampak yang sangat luar biasa, namun Amerika yang merupakan negara Adikuasa pun ikut merasakan dampak yang sangat luar biasa.
Kita bisa melihat dengan banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika.

Apa kata Bill Gates mengenai kondisi ekonomi Amerika...?

http://forum.kompas.com/showthread.php?p=345602#post345602

Kondisi Ekonomi Amerika Menurut Pendapat Bill Gates !

Pendiri Microsoft yang juga jutawan asal Amerika Serikat, Bill Gates, memprediksi bahwa Amerika membutuhkan waktu 10 tahun untuk memperbaiki perekonomian dari terpaan badai krisis yang sedang terjadi."Pasar uang dan kondisi perekonomian yang berkembang sepanjang tahun ini tidak pernah terjadi sebelumnya," demikian pernyataan Gates dalam tulisannya di surat tahunan pertama, seperti dikutip AFP."Saya berharap saat saya menulis pandangan saya dalam laporan yang sama pada dua tahun mendatang, saya bisa memandang bahwa ini merupakan refleksi jangka pendek dan sudah terlewati," tambahnya lagi.Menurutnya, faktor inovasi teknologi dan sektor ilmiah dianggap bisa sebagai penggerak utama dalam proses pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam. "Berbagai inovasi yang tengah diciptakan bisa membawa kemajuan nyata dalam memecahkan masalah besar, dan akan membantu memperbaiki dan menyegarkan kembali ekonomi dunia," kata GatesMilioner ini merasa terilhami untuk menulis surat tahunan bagi Yayasan miliknya dan istrinya, Bill and Melinda Fondation, yang berdiri pada 1994."Dalam waktu dekat, Warren Buffet akan membuat keajaiban," tuturnya, sambil menambahkan orang kaya papan atas di Amerika ini akan memberikan hibah bagi yayasannya.Yayasan Gates berperan dalam memberantas kematian masa kecil, memperbaiki pertanian global dan pendidikan di Amerika Serikat, dan perkelahian polio, AIDS dan malaria."Saya cukup mujur mengumpulkan kekayaan yang masuk ke yayasan karena saya mendapat pendidikan luar biasa dan dilahirkan di Amerika Serikat, di mana inovasi dan pengambilan risiko dihargai," kata Gates pada bagian suratnya tentang pendidikan di Amerika Serikat.

February 08, 2009

Pekembangan Anak... (lanjutan)

Untuk mendapatkan perkembangan anak yang baik, maka orangtua haruslah melatih setiap anak mereka mengenai apa yang baik dan tidak baik bagi si anak sejak dini. Dengan demikian anak menjadi lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana mereka berada. Hal ini dikarenakan setiap perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan anak akan dipengaruhi juga oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu setiap anak akan berubah pula, misalnya dari yang awalnya masih bersikap sebagai seorang anak kecil, akhirnya berubah menjadi remaja bahkan menjadi dewasa.
Pada dasarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sikap terhadap perubahan-perubahan dalam perkembangan. “Menurut Hurlock faktor-faktor tersebut adalah penampilan diri, perilaku, stereotip budaya, nilai-nilai budaya, perubahan peranan, dan pengalaman pribadi” (1980, hal. 5).

Penampilan Diri
Seseorang akan berusaha untuk terlihat baik dan sempurna dalam penampilannya, sehingga dapat diterima dengan senang hati dalam suatu lingkungan. Seseorang akan berusaha melakukan segala cara untuk dapat tetap menjaga penampilan dirinya agar terlihat baik dan sempurna di depan umum.

Perilaku
Setiap hal memalukan yang terjadi seiring dengan perubahan-perubahaJustify Fulln dalam masa perkembangan memiliki pengaruh besar terhadap sikap akan hal-hal yang kurang menyenangkan. Demikian pula sebaliknya jika terjadi hal-hal yang menyenangkan, maka membawa anak kepada sebuah kemandirian dalam hidup anak.

Stereotip Budaya

Stereotip budaya selalu dikaitkan dengan usia seseorang dan hal ini digunakan pula dalam menilai orang-orang dalam usia tertentu. Stereotip budaya memiliki pengaruh besar terhadap sikap seseorang terhadap perubahan-perubahan dalam perkembangan sang anak.

Nilai-nilai Budaya

Nilai-nilai budaya selalu dikaitkan dengan usia-usia tertentu. Hal ini dikarenakan tingkat produktivitas yang berbeda pada tiap tingkatan usia. Berdasarkan hal tersebut, maka usia muda dianggap sebagai usia yang paling menyenangkan dibandingkan usia dewasa.

Perubahan Peranan

Sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh setiap peran yang sedang dimainkannya. Perubahan peran seseorang dapat menuai pro dan kontra dari banyak pihak.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi sangat berpengaruh besar terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masa perkembangan. Namun sikap-sikap tertentu yang hadir dalam pengalaman tersebut dapat membuat segala sesuatunya berubah dengan cepat. Hal-hal yang menyenangkan dapat langsung berubah menjadi tidak menyenangkan, termasuk sikap-sikap sosial yang hadir disekitarnya.

Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil akhir yang baik dari sebuah proses perkembangan, maka seseorang (dalam hal ini orangtua) haruslah memperhatikan faktor-faktor lain yang ada disekitarnya yang memiliki pengaruh terhadap proses perkembangan tersebut. Selain itu orangtua harus selalu mendampingi anak-anaknya selama proses perkembangan. Anak tidak dapat dibiarkan sendiri selama proses perkembangan. Sentuhan kasih sayang orangtua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak.
Setiap anak menginginkan waktu bersama dengan orangtua mereka. Hal ini merupakan saat-saat spesial bagi anak ketika mereka dapat meluangkan waktu bersama dengan orangtua mereka. Ketika anak dapat meluangkan waktu dengan orangtua mereka, maka secara tidak langsung banyak hal yang dapat mereka pelajari dari orangtua dan hal itu terkadang tidak disadari oleh orangtua. Selain itu orangtua juga dapat membantu proses perkembangan anak. Orangtua harus mengetahui bahwa mereka tidak dapat mempercepat setiap tahapan dalam proses perkembangan anak, karena setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Hal penting yang harus pula diketahui oleh orangtua adalah mereka bertugas sebagai untuk membantu perkembangan anak-anak mereka, bukan mempercepat perkembangan tersebut.
Meluangkan waktu bersama dengan anak akan membuat orangtua semakin mengetahui kepribadian, keinginan, dan kemampuan anak mereka. Ketika orangtua mengetahui ketiga hal tersebut, maka orangtua mulai dapat menyusun strategi-strategi apa yang dapat mereka gunakan dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka. Dengan demikian proses perkembangan anak akan berjalan dengan baik dan lancar, sehingga akan mendapatkan hasil akhir yang baik pula.

Referensi :
Hurlock, E. B. (1991). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarat: Erlangga.

February 02, 2009

Perkembangan Anak 1

“Anak adalah harta yang sangat berharga bagi orangtua.” Pepatah ini sudah sering kita dengar disekitar kita. Orangtua akan melakukan segala hal demi memenuhi kebutuhan anak. Namun berbagai cara yang dilakukan orangtua untuk memenuhi kebutuhan anak dapat juga mengakibatkan terganggunya perkembangan anak. Hal ini dipengaruhi langsung oleh bagaimana orangtua mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka.

Mengasuh, mendidik, dan membimbing anak bukanlah hal yang mudah. Setiap orangtua harus mengetahui bagaimana cara mengasuh, mendidik, dan membimbing anak yang baik. Ketika orangtua salah dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak mereka; maka perkembangan anak akan terganggu atau terhambat. Hal ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi anak. Bukan hanya itu, anak juga akan mencontoh dan mempraktekkan apa yang dilakukan orangtua terhadap mereka. Kepatuhan dan ketaatan anak akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara orangtua dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka.

Anak dapat diumpamakan seperti sebuah pohon. Ketika pohon tersebut masih kecil, sangatlah mudah untuk membentuk batang dan ranting-rantingnya sesuai dengan harapan kita. Namun ketika pohon tersebut sudah besar dan keras, maka akan sangat sulit untuk membentuk batang dan ranting-rantingnya sesuai dengan harapan kita. Terkadang batang pohon yang sudah besar dan keras jika dipaksa untuk diluruskan, maka batang pohon tersebut dapat menjadi patah.

Berdasarkan hal di atas, maka orangtua perlu untuk berusaha membentuk karakter dan kepribadian setiap anak mereka mulai dari kecil hingga mereka besar. Di mana pembentukan karakter dan kepribadian anak dapat terus dilakukan sampai anak berpisah dari orangtua. Hal ini merupakan pendidikan karakter dan kepribadian langsung yang diberikan oleh orangtua dan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan sang anak.

Seiring dengan berjalannya pendidikan karakter dan kepribadian langsung yang dilakukan oleh orangtua kepada setiap anak mereka, maka orangtua juga perlu untuk menanamkam kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak-anak mereka. Hal ini dapat membantu cepatnya pembentukan karakter dan kepribadian anak. Walaupun banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak, namun keluarga dalam hal ini orangtua menjadi ujung tombak bagi keberhasilan pembentukan karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, orangtua harusnya memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak mereka. Dengan adanya kesabaran, maka anak dapat dengan mudah mengerti apa yang diinginkan oleh orangtua dalam kehidupan mereka dan hal ini mendukung perkembangan anak dapat berjalan dengan baik.

Menurut Hurlock, “istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman seperti yang dikatakan oleh Van den Daele bahwa perkembangan berarti perubahan secara kualitatif” (1980, hal. 2). Hal ini jelas menunjukkan bahwa manusia tidak pernah statis. Manusia selalu mengalami perubahan-perubahan dalam kehidupannya, baik itu perubahan dalam skala kecil maupun skala besar. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia meliputi perubahan secara fisik dan psikologis, sehingga manusia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana ia hidup. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak berlangsung secara instan, tetapi perubahan itu terjadi melalui tahap demi tahap. Bukan hanya itu untuk mengalami suatu perubahan dalam kehidupannya, manusia membutuhkan suatu dorongan yang berasal dari dalam dirinya. Dorongan ini berhubungan erat dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki setiap orang. (bersambung...)