March 15, 2009

Mengapa Kita Mengajar...? (selesai)

Komponen utama dalam dunia pendidikan memang dipegang oleh guru; kepala sekolah, orangtua, siswa merupakan komponen-komponen penting yang menunjang berjalannya proses pendidikan dengan baik. Setiap komponen-komponen ini harus dapat menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik, sehingga proses pendidikan yang dijalankan dapat mencapai tujuan akhirnya, yaitu menciptakan sumber daya yang responsive dan responsible yang mampu bersaing dalam perkembangan zaman yang pesat dengan sebuah ketulusan dan kejujuran untuk mau terus belajar dan mengajar dengan orang lain.

Ketulusan dan kejujuran untuk mau terus belajar dan mengajar dengan orang lain akan dilandaskan oleh pengalaman berbeda dan unik setiap orang. Pengalaman-pengalaman tersebut dapat diperoleh dari dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun sekolah. Kita sering mendengarkan banyak orang mengatakan bahwa “Pengalaman merupakan guru terbaik”, hal ini memanglah benar adanya. Pengalaman dapat membentuk sikap, tingkah laku dan pola pikir seseorang. Namun kita harus dapat memilah pengalaman seperti apa yang dapat membentuk sikap, tingkah laku dan pola pikir seseorang, pengalaman baik atau burukkah yang dapat membentuk ketiga hal tersebut.

Untuk mendapatkan sikap, tingkah laku dan pola pikir yang baik, dibutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat, maka seseorang dapat memilah mana yang baik dan tidak untuk dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran dirinya sendiri. Sehingga seseorang dapat terus saling berbagi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Hal ini dikarenakan proses belajar dan mengajar tidak akan pernah berhenti dalam kehidupan setiap orang, mulai dari hal kecil sampai hal besar sekalipun.

Setelah membaca apa yang ditulis di atas, apakah kita menyadari pentingnya profesi seorang guru dalam kehidupan setiap orang? Apakah kita mampu untuk dapat menjadi guru yang baik, bukan hanya bagi orang banyak namun bagi diri kita sendiri juga? Apakah kita mengetahui alasan menjadi seorang guru? Nilai-nilai apakah yang akan kita ajarkan kepada orang banyak? Apa kontribusi yang akan kita berikan bagi perkembangan dunia pendidikan? Dan hal yang paling penting dan harus kita tanyakan pada diri kita sendiri adalah “Apa tujuan kita mengajar?” (selesai…)

March 14, 2009

Mengapa Kita Mengajar...? (bagian 2)

Ketika profesi seorang guru telah dihargai dan dihormati, mungkin saja banyak oang yang tertarik untuk menjadi seorang guru setelah mereka mengetahui akan pentingnya peranan seorang guru dalam memajukan dunia pendidikan. Namun adapula masalah lain yang hadir ketika seseorang menjadi guru. Apakah orang tersebut memahami apa alasan dia menjadi seorang guru? Apa tujuan dia mengajar? Apa saja nilai-nilai yang akan diajarkannya? Bagaimana peranan dia dalam memajukan dunia pendidikan? Mengapa pertanyaan-pertanyaan tersebut hadir sebagai masalah? Hal ini dikarenakan banyak guru yang tidak mengetahui alasan mereka menjadi guru, tujuan mereka mengajar, nilai-nilai apa yang akan diajarkan, dan apa peranan mereka dalam memajukan dunia pendidikan.

Menjadi seorang guru bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Untuk menjadi seorang guru banyak sekali tantangan yang harus dilewati terlebih dahulu, baik itu tantangan yang berasal dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Yang terpenting disini ketika ingin menjadi seorang guru adalah bagaimana kita mampu menghadapi tantangan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Sebelum menjadi seorang guru bagi orang lain, seseorang harus yakin dan sadar apakah dia mampu untuk menjadi guru bagi dirinya sendiri atau tidak. Ketika seseorang yakin dan sadar bahwa dia mampu untuk menjadi guru bagi dirinya terlebih dahulu, barulah kemudian orang tersebut akan mampu untuk menjadi guru bagi orang banyak. Profesi seorang guru menuntut ketulusan hati seseorang untuk menjalankannya. Ketulusan hati untuk mengajar dan mau belajar dari orang lain. Oleh karena itu seseorang harus harus yakin, sadar, dan telebih utama harus jujur kepada diri sendiri mengenai kesanggupan untuk menjadi guru bagi dirinya sendiri dan orang banyak, karena banyak hal yang akan dituntut dari profesi seorang guru.

Setelah seseorang berhasil menjadi guru bagi dirinya sendiri, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mampu menjadi guru atau panutan bagi orang-orang yang ada disekitarnya, terutama keluarga terdekatnya. Dari situlah akan terlihat apakah dia benar-benar mampu untuk menjadi guru bagi orang banyak atau tidak. Mengapa setelah menjadi guru bagi diri sendiri, harus mampu menjadi guru bagi keluarga terdekat? Hal ini dikarenakan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama bagi setiap orang untuk belajar akan hal-hal yang baik atau tidak. Dalam hal ini orangtua sangat memiliki peranan penting bagi pendidikan dalam keluarga.

Orangtua dapat dikatakan berhasil jika orangtua dapat menjadi guru dalam keluarga mereka, terutama bagi setiap anak mereka. Keberhasilan orangtua dalam mendidik dan membimbing anak akan terlihat dari keberhasilan dalam membentuk sikap, tingkah laku dan pola pikir setiap anak-anak mereka. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa mereka berhasil dalam mendidik dan membimbing setiap anak mereka, namun pada kenyataanya tidak. Sikap, tingkah laku dan pola pikir anak yang seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai keberhasilan orangtua dalam mendidik dan membimbing setiap anak mereka? Sikap, tingkah laku dan pola pikir yang mau belajar untuk terus belajar memperbaiki kualitas kehidupan mereka, mau menerima dan memproses setiap masukan yang diberikan kepada mereka, dan tidak menomor satukan keegoisan dalam setiap tindakan mereka. Dari hal-hal sederhana ini dapat tercermin keberhasilan orangtua dalam mendidik dan membimbing setiap anak mereka.

Seperti yang telah saya tuliskan di atas bahwa menjadi seorang guru bukanlah merupakan hal yang mudah, karena banyak pro dan konrtra yang akan hadir dalam kehidupan kita seiring dengan adanya keinginan dan keputusan menjadi seorang guru. Hal tersulit yang akan dialami seseorang ketika menjadi seorang guru adalah membentuk dan menyamakan pola pikir dari setiap individu yang diajarnya. Mengapa demikian? Pola pikir seseorang telah terbentuk dari pendidikan di dalam keluarga. Oleh karena itu keluarga, dalam hal ini orangtua, merupakan salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan. (bersambung…)

Mengapa Kita Mengajar...? (Bagian 1)

Pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan seseorang. Hal ini dikarenakan pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup seseorang. Jika setiap orang diberikan kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan, maka kesempatan itu tidak akan pernah disia-siakan. Setiap orang akan selalu berusaha untuk mengejar kesempatan menikmati pendidikan setinggi-tinggnya.

Pendidikan harus dapat dinikmati oleh setiap orang yang menjalaninya. Pendidikan harus dijalani dengan sepenuh hati, karena pendidikan merupakan proses belajar dan mengajar yang didasarkan atas pengetahuan dan rasa ingin tahu. Ketika pendidikan tidak dijalani dengan sepenuh hati, maka tujuan akhir dari pendidikan tersebut tidak akan tercapai.

Untuk dapat mencapai tujuan akhir dari pendidikan yang dijalani, maka semua pelaku pendidikan harus dapat berperan aktif dengan memberikan kontribusi besar sesuai dengan fungsi masing-masing. Kepala Sekolah harus dapat berperan aktif dalam menjalankan dan mengontrol kurikulum yang digunakan. Orangtua harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka dalam menjalani proses pendidikan, baik di rumah maupun di sekolah. Sedangkan siswa harus dilibatkan secara aktif dalam berjalannya proses pendidikan, terutama dalam proses belajar dan mengajar. Selanjutnya guru merupakan pelaku utama dalam proses pendidikan guna mencapai tujuan yang diinginkan. Guru memiliki pengaruh besar akan keberhasilan dari sebuah proses pendidikan.

Jika kita setuju bahwa guru memiliki peranan utama dalam proses pendidikan, maka mengapa banyak orang yang enggan untuk menjadi seorang guru? mengapa profesi guru kurang dihargai oleh banyak orang? Mengapa guru selalu mendapat urutan terakhir dalam daftar profesi terpopuler?

Setiap orang memiliki paradigma yang berbeda tentang guru. Ada yang memiliki paradigma posistif dan adapula yang memiliki paradigma negatif terhadap profesi guru. Paradigma negatif tersebutlah yang harus diubah, sehingga profesi seorang guru dapat lebih dihargai bahkan dihormati oleh siapapun. Bersambung…